Asal Mula Kata Kapur Barus

Kapur barus atau kamper saat ini dikenal sebagai pengharum lemari atau pengusir ngengat.

Sejak dulu, kapur barus menjadi komoditas perdagangan yang penting. Istilah kapur barus digunakan para pedagang dari India, Asia Tenggara dan Timur Tengah untuk cairan yang dikeringkan hasil ekstraksi pohon kamper (Cinnamomum camphora).

Bagi warga lokal, kapur barus dimanfaatkan sebagai deodoran dan pengawet non-makanan. Namun, orang-orang Arab menggunakan kamper untuk perasa minuman. Fenomena ini tertulis dalam Al-Quran surat 76 ayat 5. Bahkan sejak abad 13, dunia Muslim sudah tidak asing dengan kamper dalam resep makanan mereka seperti tharid, makanan berkuah hingga makanan manis.

Kata barus sendiri ternyata merujuk pada Kota Barus di Tapanuli Tengah, Sumatera Utara yang sejak abad ke 9 dikenal sebagai penghasil wewangian dari kapur. Pelabuhan kuno juga dibangun di kota ini sebelum perdagangan India-Batak yang menjual kamper dan rempah-rempah.