Ini Penyebab Utama Infeksi HIV/AIDS di Indonesia [yicnews]

Ini Penyebab Utama Infeksi HIV/AIDS di Indonesia

PinkKorset.com, Jakarta – Kini pemicu utama penularan HIV/AIDS di Indonesia bukan lagi penggunaan jarum suntik.

Data Ditjen P2PL Kemenkes RI (2016) menemukan, sebanyak 72,4% (17.754)kejadian HIV di Indonesia disebabkan hubungan seksual tidak terproteksi. Jumlah ini lebih banyak ketimbang faktor penyebab infeksi HIV/AIDS lainnya, seperti laki-laki suka seks laki-laki atau LSL (13.063), tidak diketahui (12.790), lain-lain (5.479) dan pengguna napza suntik atau penasun (938).

Jumlah infeksi HIV yang dilaporkan provinsi dari tiap tahun hingga Juni 2017 tercatat DKI Jakarta menduduki peringkat teratas dengan 48.502 orang. Kemudian disusul Jawa Timur (35.168), Papua (27.052), Jawa Barat (26.066), Jawa Tengah (19.272) dan Bali (15.873).

Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung Kementerian Kesehatan RI, dr. Wiendra Waworuntu, M.Kes mengungkapkan, penanggulangan HIV/AIDS di Indonesia menghadapi berbagai macam tantangan kompleks. sehingga membutuhkan kerja sama semua pihak, dimulai pencegahan, pengobatan HIV, penguatan kualitas pelayanan kesehatan, regulasi tepat dan efektif, penghapusan stigma serta diskriminasi.

“Pemerintah perkuat komitmen penggunaan kondom sebagai dual proteksi, perbaikan akses pelayanan kesehatan dan penguatan edukasi kalangan berisiko,” ucapnya saat acara DKT Indonesia #UbahHidupLo untuk Indonesia Sehat di Jakarta, Senin (27/11/2017).

Menyadari pentingnya keterlibatan masyarakat luas dalam upaya penanggulangan HIV/AIDS sekaligus memperingati Hari AIDS Sedunia 2017, DKT Indonesia mengadakan kampanye #UbahHidupLo untuk Indonesia Sehat.

President Director DKT Indonesia Juan Enrique Garcia menjelaskan, upaya pencegahan HIV/AIDS di Indonesia masih terkendala persepsi masyarakat, salah satunya akibat kurang kesadaran pentingnya kesehatan seksual reproduksi.

“Untuk itu, melalui #UbahHidupLo, mari bersama menerapkan hidup sehat untuk wujudkan Indonesia bebas HIV/AIDS 2030,” katanya.

Kampanye ini hadir melalui kegiatan edutainment, #UbahHidupLo Dance4Life pada acara Car Free Day 3 Desember 2017 di Jakarta. Dance4Life adalah global movement bagi anak muda di seluruh dunia untuk menari dan mencegah penyebaran infeksi HIV/AIDS di dunia.

Saat ini kampanye #UbahHidupLo berhasil menjangkau lebih dari 10.000 masyarakat di 23 pelabuhan seluruh Indonesia sekaligus berhasil menduduki trending topic Twitter pada Januari 2017.