Laki-laki Ber-KB di Indonesia Rendah [rd]

Laki-laki Ber-KB di Indonesia Rendah

PinkKorset.com, Jakarta – Partisipasi laki-laki dalam KB masih sangat rendah ketimbang perempuan. Padahal KB tanggung jawab bersama.

Program Keluarga Berencana (KB) seringkali menitikberatkan penggunaan kontrasepsi pada perempuan. Padahal menggunakan kontrasepsi bukan sekadar tugas perempuan saja.

Data Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) 2014 menyebutkan, peserta KB aktif perempuan 93,66% dan laki-laki hanya 6,34%.

Sementara partisipasi KB pada pasangan usia subur di Indonesia masih sangat rendah. Data BKKBN (2016) menemukan, hanya 3,14% pasangan usia subur menjadi peserta aktif KB. Padahal mengendalikan kehamilan cukup efektif dan efisien menggunakan alat konstrasepsi yang digunakan laki-laki, kondom.

Ahli Ginekologi, dr. Med. Firman Santoso, Sp.OG menjelaskan, banyak laki-laki menganggap menggunakan kondom mengurangi kualitas bercinta. Namun, dengan ketebalan kondom 0,05 – 0,02 mm tidak memengaruhi signifikan.

“Selain itu, kondom adalah kontrasepsi paling minim risiko dan tidak memiliki efek hormonal,” ucapnya dalam keterangan pers di Jakarta baru-baru ini.

Ia menambahkan, penggunaan kondom juga membiasakan laki-laki lebih bertanggungjawab dan tidak egois. Selama ini kesadaran menggunakan kontrasepsi menitikberatkan pada perempuan.

Deputy GM Consumer Healthcare DKT Indonesia Pierre Frederick menambahkan, untuk meningkatkan kesadaran pentingnya penggunaan kondom, DKT Indonesia melalui Kondom Sutra mengkampanyekan #UbahHidupLo: Ayo, Pakai Kondom untuk Kontrasepsi. Tetapi program ini masih terkendala dengan anggapan tabu pada pendidikan reproduksi seksual dan kondom.

“Nyatanya kondom memberikan dual proteksi, untuk mencegah kehamilan dan penularan HIV,” pungkasnya.