Pesona Fesyen Nian Tana [lasalle college jakarta]

Pesona Fesyen Nian Tana

PinkKorset.com, Jakarta – LaSalle College Jakarta menghadirkan Creative Show 2018 bertajuk Nian Tana yang menampilkan keindahan tenun Flores.

Creative Show 2018 mengusung tema Nian Tana yang artinya Tanah Air dalam bahasa Maumere, Flores. Pameran hasil tugas akhir mahasiswa-mahasiswi LaSalle College Jakarta (LCJ) ini menampilkan 266 pakaian yang dibagi dalam empat sequence.

Sebanyak 72 pakaian di antaranya menggunakan kain tenun Desa Doka, Flores yang terdiri atas 33 busana perempuan dan 39 busana laki-laki. Sementara lainnya menggunakan cutting modern yang terinspirasi motif tenun Flores seperti teknik asimetris, fabric manipulation, sablon dan printing. Koleksi Creative Show 2018 terdiri atas dress, celana, outer (atasan, bawahan dan jaket).

Creative Director Creative Show 2018, LaSalle College Jakarta, Shinta Jiwatampu menuturkan, tema Nian Tana dengan kain tenun Desa Doka, Flores ini dipilih karena motifnya tidak serumit desa lain, mengaplikasikan teknik pewarnaan alami yang sangat maju dan kualitas tenun bagus.

“Mereka (perajin) pintal katun sendiri, pewarnaan dengan pencelupan berkali-kali sehingga tidak luntur bertahun-tahun dengan corak warna terang (pink, hijau muda),” ucapnya usai jumpa pers Nian Tana Creative Show 2018 di Jakarta, Jumat (13/4/2018).

Proses pembuatan koleksi ini memakan waktu 8 bulan. Masing-masing mahasiswa mengerjakan 24 sketsa dan diseleksi menjadi 3 sketsa yang akan dibuat busana. Mereka mengerjakan sendiri mulai tahap desain, pola hingga menjahit.

“Tugas ini gabungan dari tiga kelas (desian, pola dan sewing). Kalau salah satu gagal, mereka harus mengulang,” sambungnya.

Untuk mengasah mahasiswa menjadi desainer profesional, LCJ menyediakan kelas untuk belajar membuat merek dari nol meliputi buying, selling, sample dan promotion. Kemudian mahasiswa mengikuti menjalankan magang instensif 3 bulan di industri.

LCJ juga memberikan penghargaan kepada mahasiswa dan mahasiswi sebagai calon desainer. Ada tiga kategori penghargaan, antara lain Best Student, Best Portfolio dan Favorite Student.

Beberapa mahasiswa yang terpilih dalam kategori Best Student berasal dari enam program studi, di antaranya Ellene Alserita Kumala (Fashion Design), Regina Dharmawan (Fashion Business), Jesslyn Fibela (Interior Design), Vania Rianto (Digital Media Design), Andreas Soputra (Photography) dan Priskila Teresa (Artistic Make Up).

Tahun ini LCJ berhasil meluluskan 214 mahasiswa. Sementara itu, LCJ memperkenalkan empat program studi baru, seperti program strata 1 (S1) bidang Interior Design dan Interior Decorating serta program diploma bidang Graphic Design dan Games Arts and Design.

LCJ adalah sekolah desain internasional berpusat di Kanada dan memiliki 23 kampus di seluruh dunia.

Belum Ada Berita Terkait