Dicerca, Restoran Hapus Diskon Berdoa [mary'sgourmet]

Dicerca, Restoran Hapus Diskon Berdoa

PinkKorset.com, North Carolina –  Maksud hati mengajak orang lebih religius, apa daya hujatan yang diterima.

Hal tersebutampaknya t tepat menggambarkan kondisi restoran di Carolina Utara, AS. Inisiatifnya yang unik untuk mendorong warga agar tidak lupa kepada Tuhan, dipersepsikan secara berbeda.

Restoran Mary’s Gourmet sejak empat tahun lalu memberikan diskon sebesar 15% kepada pelanggan yang berdoa sebelum makan di restorannya.

Namun, diskon yang tidak biasa ini kemudian menuai pro dan kontra setelah seorang konsumen bernama Jordan Smith membagi foto struk makan di restoran tersebut kepada Z88,3, sebuah stasiun radio Kristen di Orlandi, Florida.

Stasiun radio tersebut kemudian memposting gambar struk dari restoran tersebut di Facebook pada 30 Juli.

“Seorang teman kami berbagi struk makan siangnya, di mana ia mendapat diskon karena berdoa di depan umum !!! Apa yang keren dari hal itu? ” Seorang karyawan stasiun radio memberi caption di bawah foto struk, yang dengan jelas menunjukkan tulisan ‘-15% Praying ini Public.’

Gambar struk tersebut langsung tersebar di dunia maya dan menjadi bahan perdebatan luas. Bahkan restoran itu jadi ramai diperbincangkan di seluruh AS.

Mary Haglund, pemilik restoran memberi komentarnya, “”Ada banyak perdebatan yang terjadi sehubungan dengan diskon 15%. Saya mengatakan bahwa itu bukan kebijakan. Itu adalah hadiah yang diberikan secara acak untuk pelanggan yang mengambil waktu sejenak sebelum makan. Kepada siapa Anda berdoa, itu urusan masing-masing.”

Tak lama, diskon tersebut dinyatakan telah dicabut. Penghapusan diskon di restoran ini tampaknya dipicu oleh surat dari Madison, Freedom from Religion Foundation di Wisconsin, yang isinya mendorong mereka untuk berhenti.

“Tawaran diskon ini melanggar Hukum Hak-Hak Sipil yang melindungi warga AS dari diskriminasi ras dan religius. Promosi restoran Anda membatasi pelanggan yang religius dan menolak pelanggan yang tidak berdoa.” Demikian isi surat yang  ditandatangani oleh staf pengacara yayasan, Elizabeth Cavell.

Dalam siaran pers tertanggal 7 Agustus, yayasan mengatakan bahwa Co-owner Mary Haglund telah mengirim email yang menyatakan tidak lagi memberikan diskon 15% untuk berdoa di publik.

Bahkan ia membuat catatan yang dipasang di restorannya, bertuliskan, “Kami tidak lagi menawarkan diskon 15% untuk berdoa sebelum makan. Itu adalah ilegal dan  di luar hukum.”

Kepada media, Haglund mengatakan bahwa niatnya selalu positif dan bahwa ia tidak pernah bermaksud menyinggung siapapun.

Belum Ada Berita Terkait