Dari Dongeng Jadi Fesyen [WSJ]

Dari Dongeng Jadi Fesyen

PinkKorset.com – Para desainer kerap membutuhkan ide untuk menciptakan kreasinya yang unik. Lalu, bagaimana bila inspirasinya muncul dari kisah dongeng?

Jangan heran bila Anda menemukan elf, gnome atau makhluk ajaib dari mitologi Eropa lainnya dalam rancangan mereka.

Dalam koleksi Musim Gugur 2014 Alexander McQueen, misalnya. Direktur kreatifnya, Sarah Burton, menyajikan koleksi dunia lain yang muram romantis.

Terlihat dari saja salah satu model yang mengenakan jubah dan gaun yang diselimuti bulu berkilauan, seolah-olah penyihir telah mengubah dirinya menjadi burung yang indah.

Dolce & Gabbana dalam koleksi Musim Gugur yang bertajuk ‘Enchanted Sicily,’ juga sukses menampilkan jubah Red Riding Hood yang mengaplikasikan rubah dan burung hantu dengan cantik. Cita rasa untuk dongeng yang fantastis tampaknya telah menjadi mantra pada dunia fesyen dan desain.

Sementara koleksi Valentino dipenuhi dengan atribut permadani, seperti sulaman dan motif kupu-kupu, bintang dan gambar hati, pada gaun berleher tinggi dan lengan panjang. Gaun ini tampaknya sangat pas dikenakan dalam kisah perebutan kekuasaan kerajaan ala film ‘Game of Thrones.’

Dari Dongeng Jadi Fesyen

ki-ka: Valentino, Dolce & Gabbana dan Alexander McQueen

Adapun desainer yang berbasis di London, Erdem Moralioglu, menampilkan gaun beludru brokat dan manik-manik dalam koleksinya yang disebut “Odd ‘60s Shapes”. Ia mengaku, pagelarannya kali ini terinspirasi oleh Diego Velázquez, pelukis Spanyol terkemuka pada masa raja Philip IV.

“Saya suka mengkontraskan feminitas dengan sesuatu yang mengubahnya secara ringan,” jelasnya.

Dari Dongeng Jadi Fesyen

Koleksi Erdem Moralioglu

Yang menarik dari tren ini adalah respon masyarakat, meskipun bertentangan dengan sekolah modern yang menganut asas minimalis.

Laura Vinroot Poole, pemilik butik Capitol di Charlotte, North Carolina, melaporkan bahwa klien-nya kepincut dengan gaun sifon dari Dolce & Gabbana dengan motif burung hantu dan bunga merambat.

“Aku belum pernah mendapat begitu banyak pesanan seperti yang terjadi pada motif itu,” katanya.”Saya pikir itu itu adalah bawaan pada perempuan yang menginginkan gaya berpakaian yang fantastis dan dramatis,” katanya.