Mutiara, Komoditas Unggulan Indonesia [pearlsofjoy]

Mutiara, Komoditas Unggulan Indonesia

PinkKorset.com, Jakarta – Mutiara adalah batu mulia yang indah dan bernilai. Sehingga patutlah berbangga hati, mengingat ratu batu mulia ini banyak terdapat di perairan Indonesia.

Ya. Mutiara merupakan salah satu komoditas unggulan Indonesia, Dari empat jenis mutiara yang ada di dunia, Indonesia menjadi salah satu produsen terbesarnya.

“Mutiara merupakan komoditas unggulan Indonesia karena produksi Mutiara Alam Laut Selatan yang terbesar terletak di kawasan perairan Republik Indonesia,” kata Menteri Kelautan dan Perikanan Sharif Cicip Sutardjo, di Jakarta, Rabu (21/5/2014).

Berdasarkan jenisnya, pasar mutiara dunia didominasi empat mutiara.

Pertama, Mutiara Laut Selatan (South Sea Pearl) dengan negara produsen adalah Indonesia, Australia, Filipina dan Myanmar, dengan produksi per tahun sebesar 10–12 ton.

Kedua, Mutiara Air Tawar (Fresh Water Pearl) dengan negara produsen adalah China, dengan produksi per tahun sebesar 1.500 ton.

Ketiga, Mutiara Akoya (Akoya Pearl) dengan negara produsen adalah Jepang dan China dengan produksi per tahun sebesar 15–20 ton.

Keempat, Mutiara Hitam (Black Pearl) dengan negara produsen adalah Tahiti dengan produksi per tahun sebesar 8–10 ton.

Dengan potensi alam tersebut, Indonesia sejak 1970 telah memiliki industri untuk membudidayakan mutiara.

Sekitar 70 pengusaha penanaman modal dalam negeri (PMDN) dan penanaman modal asing (PMA) dari Jepang dan Australia yang menggandeng pengusaha Indonesia mulai menggeluti dunia budidaya mutiara di perairan Indonesia.

Kemajuan teknologi dan potensi sumber alam yang luar biasa, membuat Indonesia mampu unggul di industri mutiara dan menjadi produsen mutiara laut selatan sejak 2005 hingga kini.

Terlihat dari peningkatan permintaan perhiasan mutiara dalam negeri, yang terus mengerek naik harga batu mulia ini dari tahun ke tahun. Bahkan dari sisi perdagangan, Indonesia menempati urutan ke-9 dunia atau 2,07% dari total nilai ekspor mutiara dunia yang mencapai US$1,4 miliar.

“Negara tujuan ekspor meliputi Jepang, Hongkong, Australia, Korea Selatan, Thailand, Swiss, India, Selandia Baru dan Perancis,” ujar Sharif.