Organik tak Pernah Ketinggalan Jaman Foto: overgrowthesystem

Organik tak Pernah Ketinggalan Jaman

PinkKorset.com – Pangan organik yang semakin happening, bukanlah hal baru. Namun begitu, tak pernah ketinggalan jaman.

Pertanian organik merupakan salah satu teknik tertua yang ada. Yakni, bertani tanpa menggunakan bahan kimia, baik untuk pupuk maupun pestisida yang digunakan.

Organik tak Pernah Ketinggalan Jaman

Foto: organicindia

Pada dasarnya, semua pertanian dilakukan secara organik sebelum 1920-an, yakni ketika pupuk kimia diciptakan. Perubahan pertanian secara dramatis terjadi pada era Perang Dunia II, setelah riset bahan kimia.

Kemudian pada 1939, Paul Muller mengembangkan DDT, insektisida pertama untuk mengatasi masalah hama. Sejak itulah penggunaan bahan kimia untuk bertani kian gencar dipromosikan.

Teknik organik pun ditinggalkan. Namun begitu, gerakan organik kembali muncul ketika terjadi industrialisasi pertanian. Bermula di Eropa, tak lama sejak teknik kimia berkembang.

Alasannya sederhana, karena sekelompok petani dan konsumen ingin mencari alternatif dari industrialisasi pertanian. Buku Silent Spring (1962) oleh Rachel Carson merupakan yang pertama mengkritik bahan kimia di pertanian.

Organik tak Pernah Ketinggalan Jaman

Di era 1960-1970-an itulah pendekatan organik kembali dilakukan, karena konsumen semakin tertarik di hal-hal yang menyehatkan. Selain karena berkembangnya green movement oleh pemerhati lingkungan hidup.

Tak butuh waktu lama untuk membuatnya jadi tren lagi, karena konsumen yang cerdas tak mau lagi sakit karena bahan kimia di makanan mereka. Produk-produk organik mulai meramaikan pasar dan supermarket pada 1990-an.

Kini, produk organik lebih banyak digemari terutama di supermarket dan hypermarket. Bisnis organik pun meraup untung yang amat besar, terutama bagi masyarakat metropolitan yang mendamba kesehatan.