Atma Jaya Bangun Kampus Ramah Lingkungan

PinkKorset.com, Tangerang – Apa jadinya bila kampus mengusung konsep ramah lingkungan? Suasana sejuk nan asri yang mendukung aktivitas belajar tentunya.

Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya (Unika Atma Jaya) berencana membangun gedung perkuliahan dengan konsep Green Campus yang ramah lingkungan. Kampus ketiganya tersebut akan menempati area seluas 20 hektar di Bumi Serpong Damai, Tangerang.

Rektor Unika Atma Jaya Prof. Dr. Ir. M.M. Lanny W. Pandjaitan, M.T. mengatakan, untuk mendukung konsep hijau, separuh wilayah kampus atau sekitar 10 hektar, akan dibuat taman hijau dan hutan.

Selain itu, kendaraan roda dua maupun roda empat dilarang masuk wilayah kampus. Ini berarti mahasiswa akan diarahkan untuk jalan kaki atau menggunakan sepeda.

Menurutnya, wilayah sekitar kampus memang sengaja diciptakan bukan untuk kendaraan pribadi. Namun, bukan berarti transportasi menjadi sulit.

“Akses transportasi akan dipermudah dengan adanya pembangunan intermoda oleh pihak Sinar Mas Land di luar wilayah kampus yaitu kereta api, bis, dan angkutan umum lainnya, yang bisa ditempuh dengan berjalan kaki,” ujarnya saat acara peletakan batu pertama di BSD, Tangerang, baru-baru ini.

Pembangunan akan dilakukan bertahap. Tahap pertama mendirikan gedung perkuliahan yang akan memakan lahan 8 hektar dengan luas lahan 27.000 m2.

Gedung berkapasitas 1.795 mahasiswa akan rampung menjelang akhir 2016 dan siap dihuni untuk kuliah tahun ajaran 2017-2018.

Pembangunan tahap awal yang menelan dana Rp 300 miliar tersebut bekerja sama dengan PT Aekom sebagai perencana dan pengawas pembangunan.

Kepada PinkKorset.com, Junjun Kurnia, Pengurus Yayasan Atma Jaya Bangunan ini mengatakan, penghematan energi juga akan diterapkan sebagai bagian dari sistem ramah lingkungan.

Menurutnya, kampus ini didesain dengan penampung air hujan untuk penggunaan kloset, penyiraman tanaman dan pencucian kendaraan.

Air bilasan kloset pun didaur ulang dengan sistem penyaringan sand filter dan carbon filter system. Selain itu, kloset menggunakan dual flush. Masih di toilet, area ini akan dipasang sensor lampu yang padam secara otomatis bila tidak aktivitas.

Sedangkan untuk sirkulasi udara, gedung ini menggunakan penyejuk ruangan (air conditioner) yang terbatas di ruang kelas dan kantor, dengan dilengkapi alat pengatur operasionalnya.

“Kami juga menerapkan sistem peralatan MEP yang menghemat energi. Konsep ramah lingungan juga dilakukan melalui penggunaan material lokal sehingga energi produksi dan energi pengangkutan juga sedikit,” ujarnya.

Belum Ada Berita Terkait