Bahaya Komplikasi Diabetes Melitus [dgiwire]

Bahaya Komplikasi Diabetes Melitus

PinkKorset.com, Jakarta – Diabetes melitus diibaratkan sebagai ibu dari semua penyakit akibat komplikasi yang ditimbulkan. Apa saja ya?

Diabetes melitus menjadi biang keladi pemicu beragam penyakit. Tidak heran bila diabetes dikatakan “mother of all the diseases” atau ibu dari segala penyakit. Penyakit ini dapat berdampak akut dan kronis.

“Dampak akut yakni kondisi gula darah tinggi (hiperglikemia) dan gula darah rendah (hipoglikemia),” kata Dr. Tri Juli Edi tarigan, Sp.PD-KEMD, FINASIM, ahli penyakit dalam dan konsultan endokrin RSCM.

Dampak Akut

Hiperglikemia terjadi bila kadar gula darah diatas 200 mg/dL dalam jangka waktu lama. Gejalanya, sering kencing, cepat haus, cepat lapar, pandangan kabur, lelah, sakit kepala dan sulit berkonsentrasi.

Hipoglikemia kebalikannya. Pemicunya, kadar gula darah rendah di bawah 60 mg/dL secara terus menerus. Penyakit ini menyebabkan lelah, pusing, bibir kesemutan, gemetar, merasa lapar, jantung berdebar, mudah marah dan sulit berkonsentrasi.

Hipoglikemia parah menimbulkan gejala gangguan penglihatan, seperti kebingungan, gerakan canggung (seperti orang mabuk), kejang, mengantuk dan hilang kesadaran.

Umumnya hipoglikemia dialami oleh pasien diabetes yang menjalankan pengobatan insulin maupun obat-obat pemicu produksi insulin dengan dosis berlebih. Namun, pola makan yang buruk juga memicu penyakit ini.

Dampak Kronis

Berbeda dengan akut, dampak kronis terjadi secara perlahan dalam jangka waktu lebih dari lima tahun. Kadar gula darah tinggi dan berkepanjangan akan merusak dinding pembuluh darah besar (makrovaskular) dan pembuluh darah kecil (mikrovaskular).

“Komplikasi kronis diabetes mellitus yakni makroangiopati (penyakit pembuluh darah besar) dan mikroangiopati (penyakit pembuluh darah kecil),” ucap dr. TJ, sapaan akrabnya.

Makroangiopati meliputi gangguan pembuluh darah jantung, penyakit jantung koroner, pembuluh darah otak (stroke), luka kaki tak sembuh (ulkus diabetic) dan penyakit pembuluh darah tepi.

Sementara mikroangiopati mencakup komplikasi ginjal (nefropati diabetika) dan komplikasi mata (retinopati diabetika).

“Komplikasi diabetes menyebabkan impotensi. Bahkan, luka kaki yang tak sembuh bisa berujung amputasi,” katanya. Begitu banyak ‘anak’ penyakit dari diabetes mellitus, Anda pun diharapkan untuk terus waspada dan bergaya hidup sehat.