Maag, Kembung Bisa Jadi Gejala Kanker Lambung

PinkKorset.com, Jakarta – Kerap sakit maag, perut kembung dan sendawa berkepanjangan? Hati-hati. Bisa jadi itu gejala kanker lambung.

Ahli medis Rumah Sakit Mount Elizabeth, Singapura Dr. Chua Tju Siang mengatakan, kanker lambung sebenarnya tidak memiliki gejala khusus.

Namun, gangguannya sangat umum, seperti sakit maag, sendawa, kembung, ketidaknyamanan perut atas, mual, muntah, dan sulit menelan.

“Beberapa gejala tersebut bila berlangsung lama atau tidak kunjung , bisa menjadi indikasi adanya kanker lambung,”katanya saat Seminar Kesehatan Pencernaan dan Gangguan Hati di Jakarta, baru-baru ini.

Pemicu kanker lambung

Dr.-Chua-,-mount-elizabethFaktor utama risiko muncul penyakit ini adalah sejarah keluarga dan infeksi Helicobacter pylori. Helicobacter pylori adalah bakteri di dalam perut yang menyebabkan peradangan (gastritis), sakit maag dan penyebab utama kanker lambung. Bakteri ini ada pada dua pertiga penduduk dunia.

Menurutnya, selama masa perkembangan kanker ini, pasien akan mengalami penurunan berat badan, kelelahan, muntah darah maupun buang air besar hitam. “Bila terdiagnosa infeksi helicobacter pylori, maka akan diberikan antibiotik,” kata Dr. Chua.

Faktor risiko lain adalah mereka yang gemar mengonsumsi makanan berpengawet (nitrosoamines), bergolongan darah A, memiliki peradangan lapisan (gastritis atrofi) dan kekurangan vitamin B12 akibat radang lambung (anemia pernisiosa).

Deteksi kanker lambung

Ada cara deteksi kanker lambung paling akurat, salah satunya dengan melakukan endoskopi pencernaan bagian atas (gastroskopia).“Metode ini menggunakan tabung tipis dilengkapi kamera video mini yang dimasukkan ke dalam perut,” ucapnya.

Pemeriksaan selanjutnya dengan mengambil sedikit jaringan lambung yang abnormal (biopsi) untuk analisis mikroskopis. Dari metode ini dapat diketahui adanya infeksi helicobacter pylori. “Prosedur ini dilakukan dengan sedasi dan tidak sampai lima belas menit,” katanya.

Diperkirakan satu juta kasus kanker lambung terjadi di seluruh dunia setiap tahun. Dari jumlah tersebut, dua puluh ribu orang dengan kanker lambung terdapat di Amerika Serikat dan sepuluh ribu diantaranya berujung kematian.

Kejadian kanker lambung di Amerika Serikat terjadi pada usia di atas 60 tahun. Sementara di Singapura dapat terjadi sejak dini sejak usia 35 tahun.