Mengapa Bakteri Bisa Kebal Antibiotik? [pinkkorset]

Mengapa Bakteri Bisa Kebal Antibiotik?

PinkKorset.com, Jakarta – Resistensi bakteri terhadap antibiotik (AB) atau Antimicrobial Resistence (AMR) kini sudah mengancam kesehatan manusia. Mengapa bakteri bisa kebal terhadap AB?

Dr Hari Paraton, Sp.OG(K), Ketua Komite Pengendalian Resistensi Antimikroba (KPRA) mengatakan, pada dasarnya setiap makhluk berusaha bertahan hidup. Saat dilawan dengan AB, bakteri pun berusaha membentuk antibodi.

Menurutnya, bakteri akan mati bila terpapar AB dalam jumlah yang sesuai. Sementara dosis AB yang rendah membuat bakteri bertahan dan bermutasi menjadi ganas atau kebal.

pills_dissolve2

 

Penggunaan AB yang tidak tepat ini ternyata dilakukan banyak pihak. Tidak hanya kalangan medis,  pasien pun seringkali ’nakal’, memaksa dokter meresepkan antibiotik walaupun tidak perlu.

“Penelitian kami, 70% penggunaan AB di rumah sakit tidak benar. Kami ingin turunkan angka tersebut bertahap 25%,” ujarnya saat seminar Cegah Resistensi Antibiotik: Demi Selamatkan Manusia di Jakarta, baru-baru ini.

Analisis Data Riskesdas 2013 mendapatkan 31% rumah tangga menyimpan AB dan 69% AB sebagai obat sisa. Padahal konsumsi AB harus sesuai resep dokter dengan ketentuan harus dihabiskan.

Bahkan, AB juga kerap digunakan peternak dan petani sebagai insektisida tanaman, campuran pakan ternak ayam, sapi, kambing, ikan, udang dan sebagainya. Bahan makanan tersebut dan turunannya, seperti telur dan susu, akan mengandung residu AB rendah, yang justru berpotensi besar membuat bakteri resisten.

Alexander Fleming, penemu antibiotik Penicilin (1881-1955) sudah meramalkan terjadinya resistensi bakteri terhadap AB. Ia mengatakan, suatu saat akan muncul bakteri resisten karena AB dijual bebas dan bakteri terekspos dalam dosis rendah.