Mengenal Gejala Parkinson [tactustherapy]

Mengenal Gejala Parkinson

PinkKorset.com, Jakarta – Parkinson banyak menyerang lansia. Apa sih indikasinya?

Parkinson sering ditemukan pada lansia di atas usia 60 tahun. Penyakit ini tergolong idiopatik atau penyebabnya tidak diketahui secara pasti.

Spesialis bedah saraf Dr. Made Agus Mahendra Inggas, Sp.BS, mengatakan, semakin tua, risiko parkinson semakin besar. Kondisi tersebut dinilainya wajar.

”Ini penyakit degeneratif, tidak bisa disembuhkan dan sifatnya progresif,” katanya di Jakarta, baru-baru ini.

Data Biro Pusat Statistik menunjukkan, dari jumlah penduduk Indonesia yang mencapai lebih dari 250 juta, sebanyak 20 juta tersebut tergolong lansia berusia 65 tahun. Sementara data persatuan spesialis saraf melansir 400 ribu orang terkena parkinson per tahun.

Parkinson terjadi akibat menurunnya dopamine. Dopamine merupakan salah satu neurotransmitter yang mengantarkan sinyal ke saraf tulang belakang untuk mengendalikan otot tubuh.

Menurutnya, ketika sel otak penghasil dopamine berkurang 60-80%, empat gejala Parkinson akan muncul. Yakni gemetar (tremor) saat istirahat, kekakuan gerak sendi saat bergerak, ketidakseimbangan postur tubuh, dan gerak menjadi lambat. “Yang jelas sebagian besar tanda awal 70% tremor dulu,” katanya.

Setelah itu, gejala lainnya menyusul, antara lain gangguan tidur, kognisi (memori), gangguan kencing dan buang air besar serta depresi. “Muncul tiga dari empat gejala tersebut sudah mengindikasikan Parkinson,” ucap dr. Made.

Proses perjalanan Parkinson terbagi menjadi lima tahap.

1. Pergerakan terganggu pada satu sisi tangan atau kaki.
2. Pergerakan terganggu pada dua sisi disertai gangguan keseimbangan.
3. Pergerakan kedua sisi terganggu, disertai gangguan keseimbangan dan gangguan postur.
4. Pergerakan kedua sisi terganggu, gangguan keseimbangan, gangguan kognitif (ingatan) dan disertai alat bantu.
5. Kondisi pasien sulit bergerak dan tidak tertolong lagi.