Obat Nyeri Picu Pendarahan? [google]

Obat Nyeri Picu Pendarahan?

PinkKorset.com, Jakarta – Obat Anti Inflamasi non-Steroid (AINS) ternyata memicu pendarahan. Bagaimana bisa?

Obat golongan Anti Inflamasi non-Steroid (AINS) digunakan untuk mengurangi nyeri akibat peradangan.

Cara kerja golongan obat ini menghambat pembentukan senyawa mediator nyeri atau radang pada tubuh (prostaglandin).

Prostaglandin terbentuk dari asam arakidonat pada sel-sel tubuh  dengan bantuan enzim cyclooxygenase (COX). Penghambatan enzim COX berarti menghentikan pembentukan prostaglandin.

Rupanya, enzim ini ada dua macam, yakni COX 1 dan COX 2. Hanya COX 2 yang muncul saat tubuh mengalami peradangan. Sementara COX 1 secara normal diproduksi dan dibutuhkan tubuh untuk melindungi lambung, ginjal dan pembekuan darah.

Menurut Dr. Dwi Pantja Wibowo, SpAn KIC-KMN, spesialis anastesi dalam acara Pfizer Press Circle (PPC), sayangnya, obat anti radang justru menghambat kedua enzim ini. “Makanya ada orang minum obat nyeri justru pendarahan, karena COX 1 ke blokir lama,” katanya di Jakarta baru-baru ini.

Hingga saat ini, belum ada obat yang hanya menghentikan COX 2. Baru produsen obat-obatan Pfizer yang bisa membuat obat selektif COX 2,”Itupun tidak 100%,” katanya.

Pfizer telah menemukan Celecoxib, obat golongan AINS yang selektif menghambat sebagian enzim COX 2. Celecoxib bisa digunakan pada kondisi nyeri akut maupun kronik akibat osteoarthritis.

“Lebih aman untuk saluran cerna ketimbang obat AINS tradisional, diklofenak,” ucap Kevin Abeyewardene, Marketing Director PT Pfizer Indonesia pada kesempatan yang sama.

Meskipun suatu saat ditemukan obat AINS yang menghambat penuh COX 2, belum tentu aman. Masih banyak pengkajian terkait efek sampingnya.

 

Belum Ada Berita Terkait