Tanah Jakarta dan Pantura Terus Menurun [jakpost]

Tanah Jakarta dan Pantura Terus Menurun

PinkKorset.com, Jakarta – Penurunan muka tanah berpotensi terjadi di seluruh wilayah Pantai Utara Jawa.

Wilayah DKI Jakarta mengalami penurunan muka tanah setiap tahunnya. Paling banyak terjadi di Jakarta Utara, seperti terlihat di kawasan Pademangan, Ancol, Penjaringan, Cengkareng, Tanjung Priok dan Cilincing.

Berdasarkan pengamatan Haris Pindratno, Kepala Dinas Perindustrian dan Energi DKI Jakarta, dikutip dari megapolitan.kompas.com, penurunan muka tanah di Jakarta Utara paling tinggi dengan kisaran rata-rata 2-2,5 cm per tahun.

Bahkan, ada pula lokasi yang mengalami penurunan hingga 8 cm per tahun. Penurunan muka tanah di Jakarta salah satunya disebabkan penyedotan air tanah berlebih. Dengan begitu, tanah di bagian dalam membentuk rongga.

“Jakarta Utara itu subsidence land, tanah di sana turun dan dilimpahkan air laut,” kata Prof. Dr. Emil Salim. Oleh karena itu, air tanah di wilayah Jakarta Utara terasa payau.

“Lambat laun Pantai Utara Jawa akan seperti Jakarta Utara. Daerah itu termasuk Semarang dan Surabaya,” kata Prof. Emil.

Untuk wilayah Jakarta, Ia menyarankan membentuk polder system seperti yang dibangun di Belanda.

“Solusinya air laut dibendung. Pantai Utara Jawa harus ke arah sana (membangun bendungan laut),” tambahnya.

Sebagaimana diketahui, laju penurunan permukaan muka tanah di Jakarta mencapai 28 cm per tahun. Jakarta menjadi pemegang rekor penurunan muka tanah tertinggi di dunia, menggusur Mexico City, Yokohama dan Bangkok.