Tepatkah Gula Kelapa Untuk Diet Anda? [finessehaven]

Tepatkah Gula Kelapa Untuk Diet Anda?

PinkKorset.com – Pro-kontra memasukkan gula dalam diet Anda masih terus terdengar. Bagaimana jika Anda menggantinya dengan gula kelapa yang dikatakan lebih sehat?

Faktanya, diet fruktosa dan gula berlebih malah membuat Anda lemah. Gula biasa membuat Anda lapar, menuakan sel-sel tubuh, mengganggu fungsi hormon, serta membanjiri otak dengan dopamin.

Belum lagi meningkatkan kondisi triglycerides yang erat kaitannya dengan resitansi leptin, diabetes, dan obesitas. Intinya, gula bagi Anda bak kriptonit yang melemahkan Superman.

Lemak, yang biasanya dihindari saat diet, justru baik. Terutama jika Anda membiasakan tubuh untuk membakarnya. Kian banyak orang memasukkan lemak dalam menu diet mereka, salah satunya lewat minyak kelapa.

Ya, kelapa adalah salah satu sumber lemak berkualitas tinggi yang sering diabaikan. Minyak kelapa dan olahan lainnya mengandung lemak yang baik untuk mengurangi berat badan, menambah massa otot, dan memberi tenaga pada otak.

Lalu, apakah gula kelapa lebih baik ketimbang gula biasa? Sayangnya, tidak. Tak peduli bagaimana perusahaan mengiklankannya, gula kelapa bukanlah alternatif pengganti gula biasa. Apa sebabnya?

  1. Gula kelapa terbuat dari getah bunga kelapa. Gula ini tidak terbuat dari buah kelapa yang merupakan bagian paling menguntungkan jika Anda mengonsumsi buah tropis tersebut.

 

  1. Banyak label yang mengiklankan keuntungan gula kelapa seperti zat besi, seng, dan kalsium. Namun faktanya, hanya ada jejak nutrisi-nutrisi tersebut. Anda harus mengonsumsi satu ton gula kelapa untuk mendapatkannya dalam jumlah yang dibutuhkan tubuh.

 

  1. Indeks pengukur efek karbohidrat terhadap gula darah, Glycemic Index (GI), pada gula kelapa lebih rendah ketimbang gula biasa. Sayangnya, GI tak bisa jadi indikator kadar gula akibat tak bisa mengukur fruktosa, bahan utama gula kelapa. Peringkat fruktosa pada GI rendah karena tubuh tak langsung bisa menggunakannya sebagai energi. Fruktosa yang Anda konsumsi langsung menuju hati, yang cepat-cepat memprosesnya jadi zat yang berguna sebelum merusak organ tersebut. Dalam jumlah besar, fruktosa adalah racun hati.

 

  1. Komponen utama gula kelapa adalah sukrosa (70-79%) dan glukosa (3-9%). Setengah sukrosa (gula biasa) adalah fruktosa. Artinya, gula kelapa mengandung 38-48,5% fruktosa. Sama saja seperti gula biasa.

 

  1. Gula adalah gula, tak peduli terbuat dari apa. Terlalu banyak gula kelapa menyebabkan kerusaskan hati, akumulasi racun, meningkatkan risiko infeksi jamur, menurunkan fungsi otak, dan langsung diubah menjadi lemak.

 

Kesimpulannya, gula kelapa tak lebih baik ketimbang gula biasa. Memang ada jejak vitamin dan mineral, tapi tak cukup untuk terus menerus mengonsumsinya dan mengatasnamakan metabolisme.

Intinya, segala sesuatu yang berlebihan itu tak baik.