Mengintip Persiapan Peserta Miss Motor Show 2016 [indonesianmotorshow]

Mengintip Persiapan Peserta Miss Motor Show 2016

PinkKorset.com, Jakarta – Memasuki seleksi tahap kedua ajang Miss Motor Show 2016, peserta menunjukkan bakat dan pengetahuan produk yang diwakili. Bagaimana persiapan mereka?

Membawa nama besar Yamaha, Evelyn Gracia mengaku sudah mempersiapkan diri sejak pagi. Dara cantik berumur 19 tahun tahun ini melatih kemampuan vokal dasarnya serta public speaking di depan cermin.

Saat penjurian, ia menampilkan pertunjukan ala Broadway dengan membawakan lagu ‘I Dreamed a Dream’ dari Les Miserables. Karena gugup, Evelyn mengaku suaranya sempat bergetar dan hal tersebut agak menganggu konsentrasinya.

Ditanya soal motivasi, Evelyn ingin menunjukan citra usher  yang selama ini dipandang remeh.
“Aku ingin orang-orang lihat kalau usher mobil itu tidak sekadar cantik tapi juga smart,” tuturnya saat keluar dari ruang penjurian, Jakarta, Kamis (14/4/2016).

Sementara peserta dari Garasindo yang bernama Candy Setiawan mengaku kembali mempelajari produk yang diwakilinya serta memperluas pengetahuan mengenai IIMS.

Perempuan berusia 26 tahun tersebut mengatakan, motivasi mengikuti ajang ini ada dua. Pertama ingin membawa nama Garasindo dan mengembangkan kemampuannya sebagai usher.

Lalu, apa tanggapan para juri terhadap penampilan peserta?

Percysido Gorat ¬†perwakilan dari Dyandra mengatakan, para peserta kali ini banyak yang tidak menguasai informasi tentang pameran IIMS. “Dari penjurian pertama sampai memasuki tahap 10 besar, hanya sepertiganya yang mengerti tentang IIMS,”ujarnya kepada PinkKorset.com.

Namun, kemampuan bahasa asing para peserta dinilai cukup memadai. Menurutnya Percis, beberapa Agen Pemegang Merek (APM) memang harus mempersiapkan usher mampu menjelaskan produk dalam dua bahasa, yaitu Inggris dan Indonesia.

“Penting untuk peserta bisa berbahasa inggris, karena IIMS sendiri merupakan skala internasional dan ini menjadi penilaian sekitar 30-40%,” pungkasnya.

Sedangkan Asteria, juri dari media online perempuan PinkKorset.com mengatakan, para peserta cukup kreatif dalam ajang adu bakat. Kendati tidak ada alat peraga, mereka tetap berusaha sebaik mungkin.

Selain menyanyi dan presenting. ada peserta yang menampilkan kemampuan dance kontemporer, tari tradisional, hingga public speaking dan makeup tutorial. “Ada lho yang membawakan Tari Saman dari Aceh,”ujarnya.

Variasi ajang adu bakat ini membuat suasana penjurian lebih seru dan tidak membosankan. Kendati sederhana dan dalam waktu terbatas, peserta masih antusias menunjukkan bakat masing-masing.