Asupan Serat Bantu Anak Lebih Ceria [getdoc]

Asupan Serat Bantu Anak Lebih Ceria

PinkKorset.com, Jakarta – Ingin anak terlihat lebih gembira? Penuhi kebutuhan seratnya dari asupan buah dan sayur.

Sistem pencernaan diibaratkan otak kedua. Pencernaan sehat yang didukung asupan makanan sehat memicu mood baik dan mendukung pertumbuhan serta perkembangan anak.

Konsultan Gastrohepatologi Anak dr. Frieda Handayani Kawanto, Sp.A(K) menuturkan, asupan serat dari buah dan sayur menyehatkan pencernaan. Sehingga anak terhindari dari konstipasi dan sakit perut. Sementara serat adalah makanan bakteri baik (prebiotik). Pencernaan sehat didominasi bakteri baik yang mampu merangsang pembentukan hormon bahagia, serotonin.

“Sebesar 95% hormon serotonin diproduksi bakteri baik dalam usus,” ujarnya sat saat Penutupan PAUD Healthy Eating Habit (HEH) di Jakarta, Selasa (19/12/2017).

Produksi serotonin yang optimal berdampak pada suasana hati yang menyenangkan. Anak yang gembira lebih mudah belajar sehingga tingkat kecerdasan lebih tinggi. Saluran cerna yang sehat juga dapat mencegah kanker usus besar.

Kebutuhan serat anak-anak bervariasi, anak umur 1-3 tahun membutuhakn 16 gram atau setara 3 apel atau 3 pisang. Kemudian kebutuhan serat pada anak 4-6 tahun meningkat menjadi 22 gr, 7-9 tahun (22 gr) dan 10-12 tahun (30 gr).

Asupan Serat Bantu Anak Lebih Ceria

Selaras dengan manfaat baik serat, SGM Eksplor dengan Buah dan Sayur mengadakan kampanye PAUD Healthy Eating Habit (HEH) pada Maret hingga September 2017 di 20 PAUD di Jakarta, Tangerang dan Jawa Barat. Program ini memberikan edukasi gizi dan pola makan sehat, termasuk pemenuhan serat buah dan sayur.

Marketing Manager SGM Eksplor dengan Buah dan Sayur, Monica Ang menuturkan, kampanye ini berhasil membentuk kebiasaan anak mengonsumsi buah dan sayur karena dilakukan rutin di PAUD maupun di rumah. Data terlihat dari hasil monitoring pengujian pre-test dan post-test program HEH.

“Proporsi varian konsumsi buah meningkat 53,3% dan konsumsi sayur 57,6%,” katanya.

Monica menambahkan, program ini menyasar PAUD sebagai pilot project untuk membentuk kebiasaan pola makan sehat sejak dini. Tidak menutup kemungkinan berlanjut menyasar anak SD, SMP dan seterusnya.