Makanan Sehat Pasien Hipertensi [svopi]

Makanan Sehat Pasien Hipertensi

PinkKorset.com, Jakarta – Mengalami hipertensi bukan sekadar menghindari konsumsi garam berlebih. Tetapi juga perlu menyantap makanan sehat ini.

Faktor gizi berkaitan erat dengan terjadinya hipertensi. Misalnya pengerasan dan penyempitan pembuluh darah (aterosklerosis) akibat penumpukkan kolesterol dan lemak. Kondisi ini memacu jantung bekerja lebih keras memompa darah sehingga memicu hipertensi. Selain faktor umur, aterosklerosis juga dipengaruhi diet.

“Konsumsi serat dan biji-bijian membantu mengendalikan tekanan darah,” ucap Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah, Pusat Jantung Nasional, RS Harapan Kita, dr. Siska Suridanda Danny, SpJP, FIHA di Jakarta beberapa waktu lalu.

Sumber serat paling baik berasal dari makanan alami seperti golongan serealia, sayuran dan buah-buahan. Kategori serealia yang mudah diperoleh yakni beras merah dan oat. Beras merah mengandung tinggi serat dan indeks glikemik lebih rendah ketimbang nasi putih. Sementara oat kaya serat dan beta-glucan yang membantu menurunkan kolesterol jahat (LDL).

Makanan dengan serat tinggi juga terkandung dalam sayuran seperti brokoli. Sayuran hijau ini memiliki sulforaphene pemicu enzim tubuh yang melawan pembentukan sel kanker. Selain itu, kandungan vitamin C dan E menjaga kesehatan kulit dan meregenerasi sel kulit.

Salah satu buah paling baik untuk pasien hipertensi adalah blueberry. Buah bulat kecil keunguan ini mengandung phytochemical, flavonoid dan serat yang mencegah penyakit degeneratif seperti hipertensi, diabetes dan kanker.

Begitu pula dengan kacang-kacangan yang menjadi sumber protein non-hewani terbaik. Terlebih kadungan asam alfa linoleat dan asam lemak tak jenuh tunggal sangat baik untuk menurunkan kolesterol jahat. Anda bisa menyantap kedelai, almond, biji bunga matahari dan biji labu.

Dr. Siska menambahkan, asupan gizi tak hanya nutrisi makro saja. Anda juga perlu mengasup nutrisi mikro yang baik untuk pasien hipertensi, misalnya saja kalsium dan kalium.

“Kalsium dan kalium membantu mempertahankan tekanan darah. Tetapi tidak diberikan sebagai terapi,” katanya.

Namun, Anda tetap disarankan mencukupi kebutuhan kalsium dan kalium melalui bahan makanan, contohnya susu sapi, pisang, jeruk dan pepaya.

Kendati sudah mengonsumsi makanan sehat, Anda wajib mengendalikan konsumsi natrium atau sodium. Asupan garam yang disarankan kurang dari 6 gram per hari atau kurang dari satu sendok teh penuh. Jumlah garam tersebut termasuk dalam jenis semua makanan yang Anda konsumsi sehari.

Selain garam, natrium sering ditemukan pada penyedap monosodium glutamat (MSG) dan pengawet makanan (sodium benzoat). Bahan tambahan makanan tersebut banyak ditemukan dalam makanan olahan, seperti mi instan, kornet, daging asap, makanan ringan dan ikan asin.