Tukar Kupon, Dijutekin Kasir? [hubpage]

Tukar Kupon, Dijutekin Kasir?

PinkKorset.com, Jakarta – Pernah dijutekin sama kasir yang melayani penukaran kupon diskon?

Tidak dipungkiri, ada kasir yang bersikap tidak bersahabat saat pembeli menggunakan kupon diskonnya. Pelanggan pun akhirnya merasa malu dan khawatir dianggap ’tidak mampu’.

Anda sebenarnya tidak perlu segan menggunakan kupon diskon. Mengapa?

Baca juga: Tak Perlu Malu Gunakan Kupon Diskon

  1. Perusahaan pemberi kupon ingin Anda menggunakannya

Banyak orang meyakini, perusahaan yang mengeluarkan kupon diskon, tidak benar-benar ingin konsumen menggunakannya. Namun, anggapan tersebut tidak benar.

Sebelum kupon didistribusikan oleh perusahaan atau produsen, banyak pemikiran dan perencanaan dilakukan. Tujuannya adalah untuk menarik pelanggan bagi bisnis atau produk mereka.

Mereka ingin konsumen menggunakan kupon. Kalau Anda tidak menggunakannya, ini sama halnya dengan menggagalkan perencanaan marketing mereka.

Ketika kampanye kupon ini sukses, maka perusahaan akan cenderung menawarkan kupon lagi di masa depan. Lebih banyak kupon yang didistribusikan, berarti penghematan lebih besar bagi pembeli. Ini merupakan win-win solution.

Tukar Kupon, Dijutekin Kasir?

  1. Orang kaya pun pakai kupon diskon

Pernahkah Anda bertanya-tanya bagaimana orang  kaya bisa menjadi super kaya?

Hal ini karena banyak dari mereka yang pandai berhemat dan sangat berhati-hati dengan uangnya. Mereka memperlakukan kekayaan pribadi mereka sebagai bisnis dan menghindari pemborosan.

Beberapa orang kaya dan selebritas yang menggunakan kupon termasuk miliarder Warren Buffett (investor paling sukses abad ke-20), Hilary Swank, Kristen Bell, Carrie Underwood, Tyra Banks, dan Lady Gaga.

Survei yang dilakukan Coupons.org juga menyebutkan, rumah tangga dengan pendapatan di atas US$100 ribu, dua kali lebih mungkin menggunakan kupon, ketimbang rumah tangga dengan pendapatan kurang dari US$ 35 ribu.

Tidak hanya itu, lulusan perguruan tinggi dua kali lebih mungkin menggunakan kupon ketimbang mereka yang tidak lulus sekolah tinggi.

  1. Tidak perlu memikirkan pendapat orang lain

Jika Anda masih merasa malu dan khawatir orang-orang akan menghakimi Anda dengan penggunaan kupon diskon, maka tanyakan pada diri sendiri kapan terakhir kali mereka membayar salah satu tagihan, atau membiayai liburan Anda.

Bagaimana cara Anda mengatur anggaran dan menyimpan uang adalah urusan Anda. Jadi, sebaiknya percaya diri dan apresiasi upaya Anda berhemat selagi bisa.

Anda pun sebaiknya berbangga hati bahwa Anda mempunyai cara pandang yang sama seperti Warren Buffett!

Masih terlalu malu untuk menggunakan kupon?

Tukar Kupon, Dijutekin Kasir?