Manfaat Digitalisasi Radiologi di Rumah Sakit [google]

Manfaat Digitalisasi Radiologi di Rumah Sakit

PinkKorset.com, Jakarta –┬áKini pelayanan radiologi seperti radiografi sinar-X, CT Scan, MRI dan USG di rumah sakit semakin ringkas dengan sistem digital.

Manfaat digitalisasi pada radiologi ini tercermin pada hasil studi independen GE Healthcare dan RS Premier Bintaro menggunakan GE Healthcare Centricity Universal Viewer 100 Edition. Penelitian yang dikerjakan di Departemen Radiologi RS Premier Bintaro ini menunjukkan, rumah sakit dapat menghemat biaya 31% tiap pemeriksaan per pasien. Hal ini disebabkan adanya penghematan penggunaan film rontgen.

Hal ini memudahkan penyimpanan data digital dalam Picture Archiving and Communication Systems (PACS). Sistem ini berguna sebagai penyimpanan, pencarian, distribusi dan presentasi dari citra pemindaian. Sehingga dokter lebih mudah mengakses data pemindaian pasien dalam visualisasi gambar 2D dan 3D tanpa cetak film.

Sekretaris Jenderal Persatuan Dokter Spesialis Radilogy Pusat (PDSRI), dr. Vonny N. Tubagus, Sp Rad(K) menjelaskan, setelah pasien diperiksa di radiologi, data pencitraan digital dikirim ke pusat data dan dapat diakses dokter yang merujuk. Waktu tunggu pasien lebih hemat 38%.

“Tidak ada lagi distribusi hasil pemindaian dari petugas ke ruang dokter,” ucap dalam pemaparan studi kasus Transformasi Digital Departemen Radiologi di RS Premier Bintaro di Jakarta, Kamis (6/9/2018).

Penelitian juga menemukan peningkatkan ketepatan diagnostik 10% berkat kualitas gambar dan pengukuran radiologi yang lebih baik.

VP Business Development and IT Ramsay Sime Darby Health Care Indonesia, Wildan Djohany menuturkan, RS Premier Bintaro secara konsisten mempertahankan perawatan pasien berkualitas tinggi dan keunggulan klinis dengan memanfatkan teknologi mutakhir.

“Kami menerapkan Centricity dari GE Healthcare sejak 2016 karena hemat biaya penyimpanan data diagnosis dan memiliki interface yang terkoneksi sistem rekam medis elektronik,” katanya.

Penelitian ini dilakukan Frost and Sullivan melalui studi komparatif tingkat kunjungan balik, biaya dan pemeriksaan pada 2015-2017. Studi ini hasil perhitungan dari 10.000 prosedur radiologi selama periode 3 bulan yang melibatkan ahli radiografi, radiologi, administrator, ahli bedah dan dokter rumah sakit.