Menikmati Kuliner dan Sejarah di Kedai Havelaar [PinkKorset]

Menikmati Kuliner dan Sejarah di Kedai Havelaar

PinkKorset.com, Jakarta – Di kedai ini Anda bisa menyantap sajian tradisional sekaligus belajar sejarah Indonesia dengan nikmat dan santai.

Kedai Havelaar begitu lekat dengan unsur sejarah. Nama kedai terinspirasi novel Max Havelaar karya Multatuli (Eduard Douwes Dekker). Karya sastra yang terbit pada 1860 ini mengisahkan perjuangan pahlawan berdarah Belanda membangkitkan kesadaran nasionalisme rakyat untuk meraih kemerdekaan Indonesia.

“Dengan filosofi Max Havelaar, seorang belanda yang peduli rakyat dan hasil karya bangsa Indonesia, nama Havelaar digunakan sebagai nama kedai ini,” ucap pemilik Kedai Havelaar Yusephine Dwi Sulistyawati kepada PinkKorset di Jakarta beberapa waktu lalu.

Menikmati Kuliner dan Sejarah di Kedai Havelaar

[Alas makan berbentuk koran]

Untuk mengingat kembali dan menghargai sejarah, Kedai Havelaar menampilkan kisah perjuangan bangsa Indonesia di selembar alas makan yang dicetak seperti koran tempo dulu dan foto-foto para pahlawan di dinding.

Sementara untuk menggaet generasi muda, kedai ini juga menyediakan mural yang pas untuk swafoto dan diiringi lagu-nagu nasional yang telah diaransemen lebih modern.

Tak hanya memberikan edukasi lewat tulisan tetapi juga kuliner. Kedai Havelaar menyajikan kuliner tradisional khas Jawa (jawa Tengah, Jawa Timur) dan Yogyakarta. Bukan tanpa alasan kedai ini menyuguhkan menu tersebut.

Menikmati Kuliner dan Sejarah di Kedai Havelaar

[Nasi Brongkos]

“Kami menghargai makanan tradisional sebagai produk asli Indonesia yang juga digemari para pahlawan,” sambungnya.
Contohnya saja Presiden pertama RI, Dr. Ir. H. Soekarno yang menggemari lodeh, tempe, sate dan rawon. Lalu Wakil Presiden pertama RI, Dr. Drs. H. Mohammad Hatta menyukai sate dan tumis buncis serta Wakil Presiden kedua RI, Sri Sultan Hamengkubuwono IX penikmat sate kambing. Ada pula Jenderal Besar Raden Soedirman yang gemar menyeruput teh dengan gelas dan teko blirik.

Menariknya semua menu kesukaan para pahlawan ini tersedia di Kedai Havelaar. Ada empat menu andalan kedai ini, yakni sate kambing, tongseng kambing, nasi brongkos dan rawon. Seluruh sajian khas Jawa dan Yogyakarta di kedai ini disesuaikan lidah masyarakat Jakarta.

Menikmati Kuliner dan Sejarah di Kedai Havelaar

[Teh Teko Blirik]

Misalnya saja sajian asal Yogyakarta, Brongkos yang disajikan dengan telor mata sapi dengan cita rasa yang tidak terlalu manis maupun asin. Brongkos berisi daging sapi, kacang tolo, kulit melinjo dan kuah kental hitam dari santan serta kluwek.

Kedai Havelaar juga menyediakan menu lain seperti nasi rawon, soto ayam Yogya, paket nasi kuning, mie goreng, mie rebus, nasi goreng kambing, sate ayam noni (sate taichan), gule ayam, mendoan, tempe garit, pisang goreng, ronde ngalun-alun, wedang asam jawa, es jeruk nipis dan aneka jus buah. Semua harga menu makanan dan minuman berkisar Rp5 ribu – Rp49 ribu.

Kedai Havelaar pertama kali didirikan pada Oktober 2017 di Serpong, Tangerang. Kemudian tempat makan ini pindah lokasi di Jl. Boulevard Raya Blok QJ 3 No. 24, Kelapa Gading, Jakarta Utara.

Untuk memanjakan para pengunjung, Kedai Havelaar memberikan promo Merdeka berupa diskon 17% all product, 2 menu makanan plus Teh Teko Blirik Rp73 ribu dan diskon 17% plus voucher 20K minimal belanja Rp200 ribu. Promo tersebut berlaku pada 1-31 Agustus 2018.