Nebulizer Menyulitkan Orangtua, Benarkah?

PinkKorset.com – Salah satu solusi bagi masalah dan penyakit pernapasan anak adalah nebulizer. Namun benarkah banyak orangtua yang masih sulit menggunakan alat uap ini?

Mayang, 27 tahun kerap membawa anaknya yang masih berusia 9 bulan ke puskesmas bila si kecil membutuhkan terapi uap. Ia merasa kesulitan bila harus mengoperasikan nebulizer di rumah. Terutama karena banyaknya persiapan yang dibutuhkan, mulai dari pemasangan alat-alat hingga pembersihan kembali perangkat nebulizer tersebut.

Dian, 30 tahun memiliki masalah serupa. Ia mengaku kerepotan bila harus menakar dosis berbagai obat yang diresepkan dokter saat menggunakan nebulizer. Alhasil, Ia selalu membawa anaknya yang berusia 3 tahun ke rumah sakit bila membutuhkan terapi uap. Selama pandemi ini, Ia pun terpaksa menunda terapi karena adanya kebijakan rumah sakit yang membatasi penggunaan nebulizer.

Ya. Hingga kini, banyak orangtua yang masih merasa kesulitan dan belum memahami benar manfaat penting nebulizer. Padahal, nebulizer merupakan alat bantu medis utama yang sangat berguna. Terutama untuk melegakan pernapasan si kecil.

Baca juga: Nebulizer Pertama Khusus untuk Bayi

Studi juga menunjukkan bahwa pengobatan dengan Nebulizer bisa memberikan hasil yang lebih baik untuk penyakit pernapasan seperti asma, bronchitis, Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK), dan flu musiman akibat perubahan cuaca. Ini karena uap yang dihasilkan nebulizer amat sangat kecil sehingga obat bisa lebih cepat meresap ke bagian paru yang ditargetkan.

“Nebulizer termasuk salah satu alat yang efektif untuk memastikan pengobatan yang tepat, masuk ke titik yang tepat dari saluran pernapasan. Sehingga pasien bisa menggunakan berbagai obat yang diresepkan dokter untuk merawat masalah pernapasan atas atau bawah, tergantung jenis Nebulizer yang digunakan,” ujar Tomoaki Watanabe, Direktur OMRON Healthcare Indonesia.

Menurutnya, penyakit pernapasan pada anak dapat menjadi masalah yang serius.  Selain karena anak-anak memiliki jalan nafas yang lebih kecil dibandingkan orang dewasa, anak-anak sangat bergantung pada perawatan orangtua. Memiliki nebulizer di rumah tentu akan memudahkan para orangtua yang membutuhkan terapi uap  bagi si kecil, apalagi di masa pandemi.

Nebulizer Menyulitkan Orangtua, Benarkah?

Penggunaannya pun sebenarnya tidak terlalu sulit. Berikut cara-cara pemakaian Nebulizer, mulai dari mempersiapkannya hingga memakainya.

  1. Cuci tangan dengan sabun di bawah air mengalir untuk mencegah kuman ikut masuk ke paru-paru lewat tangan yang menyentuh alat.
  2. Siapkan obat yang akan digunakan. Jika obat sudah dicampur, tuang langsung ke dalam wadah obat nebulizer. Jika belum, masukkan satu per satu dengan menggunakan pipet atau alat suntik.
  3. Tambahkan cairan saline jika diperlukan dan diresepkan dokter.
  4. Hubungkan wadah obat ke mesin dan juga masker ke bagian atas wadah.
  5. Pasang masker di wajah hingga menutupi hidung dan mulut. Pastikan pinggiran masker tersegel baik dengan wajah, agar tidak ada uap yang keluar dari sisi-sisi masker.
  6. Hidupkan mesin kemudian tarik napas dengan hidung dan keluarkan perlahan melalui mulut.
  7. Bila tidak ada lagi uap yang keluar, tandanya obat sudah habis.

Pemakaian nebulizer umumnya memakan waktu kurang lebih 15-20 menit.