Pentingnya Guru Dalam Edukasi Gizi Anak [theodysseyonline]

Pentingnya Guru Dalam Edukasi Gizi Anak

PinkKorset.com, Jakarta – Para guru dinilai perlu terlibat dalam pendidikan gizi anak. Seberapa pentingnya?

Guru adalah sosok pengganti orangtua di sekolah yang berperan sebagai pendidik.

Tidak hanya itu. Guru pun memiliki pengetahuan gizi baik sehingga dinilai mampu menginspirasi anak-anak untuk menerapkan perilaku gizi baik.

Hal itulah yang mendasari pentingnya keterlibatan guru dalam pendidikan gizi anak.

“Selain orangtua yang menjadi pendukung dalam menyiapkan makanan bergizi di rumah,”ujar¬†Ketua Pusat Kajian Gizi dan Kesehatan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, Ir. Ahmad Syafiq, MSc, PhD saat paparan hasil Gerakan Nusantara 2017 Frisian Flag Indonesia di Jakarta, Kamis (1/2/2018).

Menurutnya, keterlibatan guru, orangtua dan siswa dalam kegiatan ini memberikan hasil positif. Ini menciptakan ekosistem belajar lebih kondusif dan berkelanjutan.

Berdasarkan data, survei indikator pengetahuan, sikap dan perilaku guru dan siswa di Pekanbaru, Padang serta Jambi menunjukkan peningkatan.

Komponen pengetahuan guru dan siswa tentang gizi positif meningkat 11,1% (Pedoman Gizi Seimbang menunjukkan peningkatan pemahaman terbesar), komponen sikap terhadap perilaku gizi positif dan aktif bergerak di luar ruang meningkat serta perilaku gizi dalam mengonsumsi makanan bergizi meningkat signifikan 9,7%.

 

Seperti diketahui, pada Gerakan Nusantara 2017 yang berlangsung Juli-November 2017 kemarin, sebanyak 2.134 guru (kepala sekolah, guru kelas IV dan guru kelas V) mendapat pelatihan program Training of Trainer (TOT) mengenai edukasi gizi bagi anak usia sekolah.

GN2017 yang diselenggarakan di 740 sekolah di delapan provinsi tersebut juga menjangkau 520.815 siswa yang mengikuti edukasi pengetahuan, sikap dan perilaku gizi positif.

GN 2017 ini diselenggarakan Frisian Flag Indonesia bekerjasama Pusat Kajian Gizi dan Kesehatan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia dan didukung Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia serta Dinas Pendidikan Setempat.

 

Gerakan Nusantara diselenggarakan sejak 2013 bertujuan meningkatkan perilaku gaya hidup sehat aktif anak-anak usia sekolah di Indonesia. Upaya ini dilakukan dengan memberikan pengetahuan makanan bergizi sesuai Pedoman Gizi Seimbang dan ajakan Drink.Move.BeStrong yakni membiasakan minum susu setiap hari, memilih jajanan sehat serta aktivitas di luar ruang yang terpapar sinar matahari pagi.

Hingga kini Gerakan Nusantara berhasil menjangkau 2.507 Sekolah Dasar, 1.376.335 siswa di lebih 35 kota/kabupaten di 25 provinsi di Indonesia.