Beberapa Alasan Lelaki Mau Menikah [favoredbyyodit]

Beberapa Alasan Lelaki Mau Menikah

PinkKorset.com – Kultur pop banyak menggambarkan sosok lelaki yang harus dipaksa untuk menikah. Benarkah itu alasan mereka?

Tidak juga. Sebuah thread di situs Reddit baru-baru ini bertanya pada para lelaki mengenai alasan mereka menikah. Lupakan segala stereotip gender, karena jawaban mereka jauh dari itu.

Lihat saja beberapa alasan mereka berikut ini.

“Pernikahan adalah cara saya menunjukkan cinta, tak ada hal lain yang biasa. Pernikahan adalah tindakan yang merupakan simbol cinta dan komitmen. Keluarga dan kawan pun merayakannya penyatuan itu.”

“Pernikahan akan menciptakan lingkungan yang stabil bagi anak-anak. Saya ingin punya anak. Secara teori, pernikahan merupakan lingkungan yang paling stabil untuk membesarkan anak.”

“Dengan menikah, perempuan yang saya cintai bisa menjadi keluarga. Saya mencintainya dan saya ingin ia menjadi bagian dari keluarga. Saya ingin sebuah dokumen legal yang menyatakan pada dunia bahwa dia milik saya.”

“Hidup lebih mudah jika ada pendamping di sisi Anda. Pernikahan itu luar biasa. Saya akan merayakan wedding anniversary kelima, pekan depan. Ini keputusan terbaik yang pernah saya buat. Memperbaiki diri jadi lebih mudah jika tahu ada seseorang yang selalu mendukung. Hal baik jadi menyenangkan, hal buruk bisa diatasi karena Anda tak sendiri.”

“Saya tak mau kehilangan hal terbaik dalam hidup. Saya menikah karena sejujurnya, saya tak bisa melihat diri saya menemukan orang seperti istri saya. Dia benar-benar partner terbaik untuk saya, sepanjang hidup ini.”

“Saya akan melakukan apapun untuk perempuan yang saya cintai, termasuk menikahinya. Sebab, (menikah) membuat istri saya bahagia dan saya sangat mencintainya sehingga akan melakukan apapun untuk membuatnya tersenyum.”

“Saya gembira bisa menciptakan keluarga sendiri untuk menggantikan yang tidak pernah saya dapatkan. Saat masih kecil, orangtua saya cerai dan sepertinya pernikahan itu buruk. Tapi lama-lama saya jadi ingin menikah, punya keluarga sendiri dan memastikan semua baik-baik saja. Seperti mengoreksi apa yang terjadi di masa kecil saya.”

“Saya ingin menghabiskan seluruh hidup dengan BFF (best friend forever) di sisi saya. Saya senang bisa menghabiskan waktu dengan sahabat, yang saya kagumi dan cintai.”

“Saya senang bisa berkomitmen dengan seseorang yang menerima saya apa adanya. Saya ingin bersama seseroang yang tahu segalanya tentang saya, menerima, dan terus mendukung. Saya sempat khawatir karena penikahan orangtua saya (gagal), tapi saya ingin hubungan seperti itu.”

“Pernikahan merupakan logika yang sederhana. Menyebutnya my wife lebih singkat ketimbang my girlfriend.”