Hebohnya Kisah Corby, Sang Ratu Marijuana Foto: heraldsun

Hebohnya Kisah Corby, Sang Ratu Marijuana

PinkKorset.com, Denpasar – Masih ingat Ratu Marijuana Schapelle Leigh Corby? Setelah dikurung 20 tahun, hari ini ia dibebaskan.

Terpidana kasus narkoba Schapelle Leigh Corby keluar dari Lembaga Pemasyarakatan Kerobokan, Denpasar, Bali pada pukul 8.40 WITA, Senin (10/2/2014) waktu setempat.

Kepala Lapas Kerobokan, Farid Djunaedi mengantarkannya ke dalam mobil yang telah disiapkan.
Corby pun akan dibawa ke Kejaksaan Negeri Denpasar sebelum kemudian pulang ke rumah kerabatnya di kawasan Kuta, Bali.

Menurut Farid, Corby masih bersatus narapidana. Sehingga perempuan ini masih berkewajiban memberikan laporan hingga masa hukumannya selesai. “Dia masih narapidana, statusnya masih narapidana, hanya tidak berada di dalam lapas,” kata Farid.

Bagaimana Awal Mulanya?

Schapelle Leigh Corby adalah ahli kecantikan magang berusia 27 tahun, ketika ia ditangkap di Bandara Internasional Ngurah Rai di Denpasar, Bali, pada Oktober 2004. Petugas bea cukai telah menemukan 4,2 kilogram ganja vakum kemasan dalam bodyboard miliknya. Kendati memprotes tidak bersalah selama persidangan yang panjang , Corby dijatuhi hukuman 20 tahun penjara pada 27 Mei 2005.

Selama persidangan dan selama beberapa tahun setelahnya, perempuan ini masih mendulang perhatian. Entah dia bersalah atau tidak, apakah ia diperlakukan dengan benar oleh sistem peradilan Bali. Fakta tetap sama. Corby memulai tugas yang panjang di Penjara Kerobokan.

Tidak ada majalah yang tidak pernah memuat kisahnya. Beritanya pun selalu menjual di surat kabar. Keberadaanya di penjara sangat dipublikasikan, sebagian karena ketidakpastian ceritanya, namun sebagian besar dari perjuangan Corby di penjara itu sendiri.

Vonis yang dijatuhkan Bali Nine pada Februari 2006 menyulut perdebatan, dan harapan pembebasan bersyarat telah diangkat berkali-kali selama sembilan tahun.

Sang Ayah Menjerumuskannya?

Salah satu teori yang tetap populer adalah bahwa almarhum ayah Corby, Mick sebenarnya harus menanggung sebagian kesalahan atas insiden tersebut.

Wartawan Eamonn Duff menerbitkan buku ‘Sins of the Father’ pada 2011, di tengah banyak kontroversi.  Dalam bukunya, ia menuduh Mick Corby menjadi pengedar narkoba yang sengaja mengatur putrinya pada perjalanan naas pada 2004.

Mick meninggal karena kanker pada 2008, setelah selalu membantah ketidakterlibatan dirinya. Namun, aib tetap bertahan dalam reputasi keluarga Corby.

Kisahnya Dijadikan Film

Hebohnya Kisah Corby, Sang Ratu Marijuana

Krew Boylan, yang memerankan Corby

Berdasarkan buku Eamonn sebagai dasar untuk skenario, FremantleMedia telah membuat telemovie yang akan menciptakan momen-momen penting dalam dekade terakhir kehidupan Schapelle Corby.

Berjudul Schapelle, film tersebut telah menuai kritik. Para pendukung dan keluarga Schapelle Corby mengatakan acara tersebut akan bias dan menampilkan cerita tidak benar.

Kehebohan atas film ini sangat mengemuka. Bahkan, aktris Krew Boylan yang berperan sebagai Schapelle Corby, telah menjadi korban dari pesan kebencian di media sosial.

What Next?

Setelah melalui perjuangan yang sangat berat, aplikasi pembebasan bersyarat Corby akhirnya berhasil lolos ke Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia RI Amir Syamsuddin. Ia pun akhirnya berjalan keluar dari penjara yang ia masuki hampir 10 tahun lalu.

Menurut hukum Bali, ia akan diminta untuk tinggal di Bali, di rumah kakaknya Mercedes, sampai 2017. Setelah itu, ia akan bebas untuk pulang ke Australia.

Namun, sebuah persaingan untuk wawancara pertama Corby telah dimulai, dengan penawaran mencapai lebih dari US$ 3 juta. Wow!  Seperti apa kisah versinya?

 

Berikut perubahan wajah Corby sejak ia kecil hingga saat ini.