Kapan sih, Waktu Sarapan Ideal ? [mogujatosama]

Kapan sih, Waktu Sarapan Ideal ?

PinkKorset.com, Jakarta –  Setiap orang mengawali aktivitasnya dengan waktu yang beragam. Pertanyaan tentang waktu sarapan yang ideal pun sering mengemuka.

Ketua Umum Pergizi Pangan Prof. DR. Ir. Hardiansyah, MS mengatakan, sarapan sangat penting untuk mengawali aktivitas. Kendati setiap orang mengawali kegiatannya di waktu yang berbeda, makan pagi sebaiknya dilakukan sebelum pukul 9 pagi.

Menurutnya, satu atau dua jam setelah bangun pagi, tubuh mengalami penurunan gula darah dan zat gizi pada otak.

“Bila dalam rentang waktu tersebut tidak diisi dengan sarapan maka terjadi beberapa penurunan fungsi tubuh,” ujarnya saat kampanye Energen bertajuk Sarapan Sehat Sebelum Jam 9 pada Hari Anak Nasional di Jakarta, Sabtu (23/7/2016).

Efek tidak sarapan

Untuk jangka pendek, penurunan fungsi tubuh yang terjadi adalah kurang konsentrasi. Sementara dampak jangka panjang menimbulkan gangguan sistem pencernaan (gastritis), menurunnya prestasi belajar anak dan mudah pingsan.

“Selain itu, anak yang tidak sarapan cenderung tidak disiplin dalam hidupnya, termasuk pada disiplin kerja maupun belajar,”kata dr. Hardiansyah.

Sarapan ideal sebelum pukul 9 pagi, lanjutnya, hanya berlaku bagi mereka yang memiliki waktu tidur normal, yakni tidur malam sebelum pukul 10 malam dan bangun pukul lima pagi.

Menurutnya, anak yang tidak sarapan karena telat bangun, sebenarnya merupakan cerminan kebiasaan orangtua yang salah. Anak menjadi tidak terbiasa bangun pagi, karena orangtua kerap tidur larut malam.

Kandungan gizi sarapan

Kandungan gizi saat sarapan juga perlu diperhatikan, yakni seperempat porsi dari kebutuhan gizi harian (karbohidrat, protein, lemak, vitamin, mineral dan air).

Kapan sih, Waktu Sarapan Ideal ?

.

Selaras dengan hal ini, Sales & Marketing Director PT Mayora Indah Goesnawan menambahkan, banyak orang yang mengabaikan sarapan karena merepotkan.

Padahal, sarapan sehat dan praktis bisa diperoleh melalui konsumsi minuman sereal. Misalkan saja energen. “Energen tidak hanya mengandung susu, tetapi juga telur, sereal dan sigmavit (vitamin dan mineral),” ujarnya.