Mengapa Perlu Sarapan Sehat? [cook]

Mengapa Perlu Sarapan Sehat?

PinkKorset.com, Jakarta – Makan pagi tidak hanya sekadar mengenyangkan, tetapi juga harus sehat.

Sarapan sehat memiliki manfaat luar biasa, antara lain membuat tubuh kuat, sehat, cerdas dan bersemangat pada pagi hari. Sebaliknya, tidak sarapan berdampak buruk terhadap proses belajar anak sekolah, menurunkan aktifitas fisik, menyebabkan kegemukan pada remaja dan orang dewasa serta meningkatkan risiko jajan yang tidak sehat.

Kriteria sarapan sehat harus terdiri atas makanan mengandung karbohidrat, protein, vitamin dan mineral. Porsi sarapan ideal harus memenuhi 25% total asupan kalori per hari. Selain itu, kebiasaan sarapan yang baik perlu dilakukan sebelum pukul 09.00 WIB.

Namun, berbagai studi menunjukkan masih banyak masalah penduduk di Indonesia, salah satunya yakni anak sekolah yang tidak sarapan. Padahal UU No. 36/2009 tentang Kesehatan mengamanatkan perlunya gizi seimbang sebagai salah satu upaya perbaikan gizi. Salah satu pesan Gizi Seimbang berdasarkan Permenkes No. 41/2014 adalah ‘Biasakan Sarapan’.

Untuk meningkatkan kesadaran masyarakat membiasakan sarapan sehat, Perhimpunan Pakar Gizi dan Pangan (PERGIZI PANGAN) Indonesia bekerja sama dengan PT Indofood Sukses Makmur Tbk menyelenggarakan pendidikan sarapan sehat bertajuk ‘Sarapan Sehat dan Jajanan Aman Menuju Generasi Sehat Berprestasi’.

Mengapa Perlu Sarapan Sehat?

Kegiatan pendidikan sarapan ini meliputi pelatihan fasilitator dan koki pendidikan sarapan sehat, pelatihan sarapan sehat bagi guru, edukasi sarapan sehat bagi anak sekolah dan orang tua serta lomba foto dan video di media sosial.

Ketua Umum PERGIZI PANGAN Indonesia Prof. Dr. Hardinsyah MS, menjelaskan, kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat khususnya anak dan guru sekolah serta orangtua. Materi yang diberikan mencakup prinsip gizi seimbang, cuci tangan sebelum makan, makna dan manfaat sarapan, jenis dan contoh sarapan, tips membiasakan sarapan serta tips memilih jajanan yang aman.

“Agar pesan sarapan sehat mudah dipahami dan diterapkan, kami menggunakan media pendidikan yang menarik seperti komik Ayo Sarapan Sehat! dan Cakram Alternatif Sarapan Sehat, sebagai salah satu karya PERGIZI PANGAN Indonesia,” katanya dalam keterangan pers di Jakarta, Senin (10/4/2017).

Kegiatan yang diselenggarakan dalam memperingati dalam rangka memperingati Hari Kesehatan Dunia dan Hari Pendidikan Nasional ini ditujukan bagi 26.500 siswa dan guru Sekolah Dasar, orangtua, mahasiswa serta dosen. Pendidikan sarapan sehat dilaksanakan di 11 kota, antara lain Tangerang, Bandung, Tasikmalaya, Purwokerto, Wonogiri, Purwodadi, Sragen, Sidoarjo, Gresik, Malang dan Jember.