Ramah Lingkungan, Pilih Kaca atau Plastik?

PinkKorset.com – Untuk mendukung kampanye ramah lingkungan, mana yang lebih eco-friendly, kaca atau plastik?

Dalam upaya ramah lingkungan yang dikemas dalam kampanye zero waste, Anda akan banyak menjumpai materi berbahan kaca. Bahkan, kaca disebut-sebut sebagai pengganti plastik yang lebih ramah lingkungan.

Pertanyaannya, apakah kita sekadar terobsesi mencari pengganti plastik dan langsung menyimpulkan kaca sebagai material yang lebih baik?

Faktanya, plastik kerap mendapat predikat buruk karena dari plastik yang digunakan di seluruh dunia, tak sampai 10% yang didaur ulang. Sementara kaca, meski bisa sepenuhnya didaur ulang, saat ini hanya 40% kaca yang kembali didaur ulang.

Mengenai proses penguraian, plastik membutuhkan lebih dari 450 tahun untuk terurai di alam dan seribu tahun jika dibuang ke tempat pembuangan sampah. Cukup ‘singkat’ jika dibandingkan kaca yang butuh satu juta tahun.

Untuk menentukan siapa pemenang perdebatan kaca versus plastik ini, Anda harus mengetahui keseluruhan proses dari bahan mentah hingga limbah kedua material ini.

Baca juga:

Ramah Lingkungan, Pilih Kaca atau Plastik?

Baik kaca atau plastik memiliki pro dan kontra. Hal terbaik yang bisa kita lakukan adalah mengurangi ketergantungan kita pada barang-barang sekali pakai. Apapun yang Anda pakai sekali lalu dibuang, maka carikan solusi yang lebih sustainable untuk benda-benda tersebut.

Untuk saat ini, ada baiknya menghindari membeli bahan-bahan plastik dan utamakan materi berbahan kaca.

Sedangkan wadah-wadah kaca yang Anda gunakan di rumah, mungkin lebih baik diubah manfaatnya (repurpose) ketimbang dibuang ke tempat sampah. Ingat, butuh jutaan tahun bagi kaca untuk terurai di alam. Alasannya, karena kaca tidak mengeluarkan bahan kimia apapun. Kaca juga tidak ‘menodai’ produk di dalamnya sehingga tidak mengubah rasa, membuat produk yang berada di dalamnya menjadi lebih awet. Komunitas zero waste pun meminta Anda untuk menggunakan ulang (reuse) wadah-wadah kaca.

Penting juga untuk diingat jika kita berupaya mendaur ulang tapi menghindari barang-barang hasil daur ulang, lalu untuk apa kita melakukan daur ulang? Last but not least, akan jauh lebih baik jika Anda menggunakan ulang wadah-wadah berbahan beling!