Traveling 2021 di Mata Orang Indonesia

PinkKorset.com – Agoda merilis survei tentang keinginan wisatawan global saat bepergian tahun ini. Bagaimana dengan Indonesia?

Pembatasan aktivitas bepergian sepanjang 2020 karena pandemi telah membuat orang melakukan refleksi dan memikirkan kembali tujuan perjalanan mereka selama ini dan apa keinginan mereka ke depannya.

Hampir separuh responden Indonesia ternyata sangat menantikan untuk melakukan hal-hal yang bermakna atau membuat perubahan (46%). Mereka juga ingin menghabiskan lebih banyak waktu berkualitas dengan orang terkasih (21%) dan bisa bepergian tanpa hambatan (13%).

Dilihat dari kelompok usia, keinginan untuk melakukan hal bermakna itu lebih dinantikan oleh mereka yang berusia 25-54 tahun. Sementara, responden berusia 55 tahun ke atas lebih memilih menghabiskan waktu berkualitas dengan orang terkasih.

Traveling 2021 di Mata Orang Indonesia

Saat melakukan perjalanan tahun ini, responden Indonesia juga memiliki tiga komitmen penting yang ingin dilakukan yakni lebih sering berwisata dengan teman atau keluarga (40%), memilih perjalanan yang lebih ramah lingkungan (22%) dan mendukung destinasi yang less touristy (16%).

Survei dilakukan YouGov Singapore secara online pada 10-16 Desember 2020 untuk platform perjalanan digital Agoda. Data diperoleh dari 16.064 responden di beberapa negara, seperti Cina, Jepang, Malaysia, Filipina, Singapura, Korea Selatan, Taiwan, Thailand, Vietnam, Indonesia, Inggris dan Amerika Serikat.

Dari seluruh responden global yang disurvei, sebagian besar menempatkan ‘back to office’ sebagai hal yang paling tidak ingin dilakukan pada tahun 2021, dengan persentase di bawah 2%. Berbeda dengan Indonesia yang memiliki keinginan lebih besar untuk kembali ‘ngantor’, dengan persentase 7%. Sementara negara lain yang juga ingin kembali kerja di kantor adalah Vietnam (7%) dan Filipina (9%).

Namun, terkait menghadiri acara berskala besar, menonton pertandingan atau acara besar secara langsung, responden Indonesia sejalan dengan responden global yakni menganggapnya tidak popular dilakukan.

Baca juga: Komitmen global Saat Melakukan Perjalanan