Gadis Cilik Ini Wajah Duka Korea Selatan Foto: tumblr

Gadis Cilik Ini Wajah Duka Korea Selatan

PinkKorset.com – Gadis cilik ini menjadi simbol duka Korea Selatan (Korsel) atas tenggelamnya kapal ferry Sewol, pada Rabu (16/4/2014) lalu.

Gadis cilik yang berusia sekitar 5-6 tahun itu diketahui bernama Kwon. Ia terpisah dari keluarganya , yakni orang tua serta kakak laki-lakinya yang diperkirakan lebih tua setahun.

Saat kejadian, kakak laki-lakinya melepas jaket penyelamat dan memakaikan di badannya.

Kwon pun diangkat keluar kapal oleh penumpang lelaki bernama Kim, yang mengaku dimintai seseorang untuk menggendong dan menyelamatkan Kwon.

Sebelum ditarik Kim keluar dari kapal naas tersebut menuju kapal penyelamat, empat orang penumpang laki-laki mengapit Kwon untuk mengamankannya.

Kwon berhasil selamat. Namun, hingga kini, belum diketahui nasib kedua orangtua Kwon, termasuk kakak laki-lakinya. Mereka adalah bagian dari 270 penumpang yang masih hilang.

Gadis Cilik Ini Wajah Duka Korea Selatan

Kwon sekeluarga bertolak menuju Pulau Jeju, sebuah tempat yang dikenal tujuan wisata favorit, untuk mencari rumah baru. Ayahnya sudah membereskan barang-barang mereka dan menyewa truk untuk membawanya.

Namun nasib bicara lain. Sesaat setelah diselamatkan, Kwon hanya bisa memberitahu nama anggota keluarganya tapi ia tak ingat alamatnya. Media Korsel memberitakannya hingga bibi dan nenek Kwon melihatnya di televisi.

Kwon dilarikan ke sebuah rumah sakit di Mokpo, dekat Kota pesisir Jindo tempatnya dirawat. Gadis cilik ini pun sempat dipisahkan dari pasien lain karena mengalami trauma berat atas apa yang menimpanya.

Ferry dengan kapasitas 900 orang dan mengangkut 475 penumpang dan kru ini sempat condong ke satu sisi, diduga karena berbelok terlalu tajam tanpa mengurangi kecepatan.

Aparat menahan kapten yang menyelamatkan diri lebih dulu setelah diketahui ia menunda perintah evakuasi selama 30 menit. Bahkan, banyak penumpang selamat mengaku tak mendapat perintah evakuasi.

Tragisnya, sebanyak 340 orang penumpang adalah pelajar dan guru Danwon High School di Ansan yang pergi berlibur. Merekalah yang paling banyak mengirimkan pesan-pesan terakhir yang miris kepada keluarganya.

Pencarian masih terus berlanjut di kapal yang sudah sepenuhnya tenggelam itu. Penyelam kesulitan karena arus deras serta cuaca buruk. Banyak yang menyatakan, kecil harapan bisa menemukan penumpang selamat.

Per Jumat (18/4/2014), tim penyelamat sudah mengangkat 28 jasad penumpang dari air.