Tas Kulit Tidak Menyukai Enam Hal Ini [pinterest]

Tas Kulit Tidak Menyukai Enam Hal Ini

PinkKorset.com – Jangan mengaku pecinta tas, bila Anda tidak tahu hal-hal yang dihindari sebuah tas kulit.

Tas berbahan kulit asli (genuine leather) memiliki harga yang cukup mahal karena kualitasnya yang bagus. Untuk membuatnya tetap mulus dan awet, tentu Anda harus mengetahui beberapa hal yang selama ini dihindari oleh tas kulit.

Apa saja?

Paparan sinar matahari

Tidak hanya kulit tubuh yang rusak bila terlalu lama terpapar sinar matahari. Tas berbahan kulit pun bisa pecah – pecah atau terlihat seperti retak bila dijemur terlalu lama.

Sebagai penanggulan pertama, tuang lotion atau butte cream ke telapak tangan, gosok-gosok dulu di  tangan baru aplikasikan pada tas kulit Anda. Lakukan sedikit tekanan-tekanan ringan agar lotion benar-benar menyerap sempurna.

Ambil handuk/kain lembut dan usap perlahan permukaan kulit sambil memastikan lotion sudah terangkat semua. Angin-anginkan sebentar, lalu simpan kembali tas ke dalam dust bag.

Tas bahan plastik

Jangan simpan tas kulit berdekatan dengan tas dari bahan plastik. Pasalnya, tas plastik dapat menyerap bahan pencelup warna pada kulit. Akibatnya, bisa muncul noda pada tas yang terlihat seperti jamur.

Noda yang sulit dihilangkan hanya bisa diatasi dengan pewarnaan kembali (recoloring). Selain harganya mahal, teknik recoloring ini tidak bisa mengembalikan warna tas sama persis seperti semula.

Air

Tas kulit kurang menyenangi elemen air. Tidak hanya air hujan, atau air minum, namun juga keringat. Pasalnya, air yang menempel, apalagi dalam jumlah berlebih dan sering, dapat membuat kulit tas mudah rusak.

Jika tas terkena air, segera keringkan dengan lap yang kering dan bertekstur lembut. Jangan langsung disimpan dalam keadaan lembab karena bisa membuat jamur tumbuh.

Tas Kulit Tidak Menyukai Enam Hal Ini

Kondisi lembab

Penyimpanan tas di lemari yang lembab, sangat berpotensi untuk menumbuhkan jamur. Hawa lembab juga dapat merubah aroma kulit tas menjadi apek.

Pastikan lemari yang digunakan untuk menyimpan tas, tidak lembab. Anda bisa menggunakan produk anti lembab seperti kamper atau silica gel, serta membuka lemari, agar sirkulasi udaranya dapat berganti dengan uadara baru.

Jamur dapat dibersihkan dengan menggosoknya memakai lap berbahan lembut. Sedangkan jamur di dalam tas dibersihkan dengan sikat halus lalu gosok dengan lap kering. Anda bisa pakai sabun khusus kulit (saddle soap) atau krim pembersih khusus untuk kulit.

Binatang kecil (Ngengat)

Binatang kecil seperti ngengat, tungau, rayap memang tidak memakan genuine leather Anda, tetapi dia akan memakan lapisan karet yang ada di setiap tas. Ini akan menyebabkan kulit tas retak dan mengelupas.

Untuk menghindari binatang – binatang kecil pengganggu itu, rajin-rajinlah membersihkan lemari kayu yang digunakan untuk menyimpan tas.

Jangan lupa menaruh kamper/penyerap lembab. Anda juga bisa menggunakan minyak kayu yang seperti vernish kayu untuk mengelap setiap bagian kayu, termasuk celah-celahnya. Diamkan sebentar hingga bau cairan tersebut tidak terlalu menyengat, sehingga tidak terserap ke dalam bahan tas.

Pemakaian yang kasar dan jorok 

Tas kulit rentan terhadap sobekan dan gesekan. Pemakaian yang kasar dapat membuat tas kulit Anda cepat rusak.

Tas yang kotor pun harus segera dibersihkan agar tetap awet. Beri perhatian khusus pada resleting tas. Kotoran yang terselip pada resleting dapat membuat macet saat tas dibuka atau ditutup. Gunakan lilin disepanjang resleting untuk mengatasinya.