Pekerjaan Ini Ancam Kesuburan Pasangan Anda [craigdailypress]

Pekerjaan Ini Ancam Kesuburan Pasangan Anda

PinkKorset.com, Jakarta – Banyak laki-laki tidak menyadari kalau pilihan pekerjaannya bisa memicu kemandulan (infertilitas).

Spesialis Okupasi RSU Bunda Jakarta dr. Kasyunnil Kamal, MS., SpOk mengatakan, beberapa pekerjaan yang banyak dilakukan laki-laki ternyata ada yang memicu potensi kemandulan (infertilitas).

Pekerjaan Ini Ancam Kesuburan Pasangan Anda  “Misalkan saja pekerjaan terkait faktor kimia, fisika, psikologi dan campuran,” katanya pada acara ‘Pilihan Pekerjaan bisa Berdampak pada Infertilitas Pria’ di Jakarta, baru-baru ini.

Faktor kimia meliputi pekerjaan yang terpapar dengan logam berat (timbal, merkuri, cadmium dan boron) seperti pengelas, pekerja tambang dan pekerja bengkel.

Lalu ada pula petani yang menggunakan pestisida dan orang yang bekerja dengan zat pelarut (karbon disulfide, glycol), industri estrogen serta turunannya (dietilstilbestrol, chordecone, phytoestrogen).

“Paparan ini dapat mengubah bentuk, menurunkan jumlah dan gerakan sperma serta penurunan volume semen,” ujarnya.

Sedangkan faktor fisika meliputi pekerjaan dengan paparan radiasi pengion atau radiasi bermuatan listrik. Radiasi non-pengion (radiasi elekromagnetik energi rendah) seperti infra merah dan gelombang mikro juga menurunkan jumlah dan gerakan (mortilitas) sperma.

Begitu pula paparan panas saat bekerja seperti di dapur atau menduduki jok motor panas, menyumbang risiko infertilitas. Hal ini berkaitan dengan temperatur ideal testis memproduksi sel sperma pada suhu 3-4 derajat Celsius lebih rendah dari suhu tubuh.

Tak hanya itu, faktor psikologi juga turut ambil andil menurunkan kesuburan laki-laki. Stres diketahui menjadi pemicu penurunan volume air mani dan kualitas bentuk dan gerakan sel sperma.

“Misalnya saja stres akibat pekerjaan, hubungan suami istri dan ketidakharmonisan dengan orangtua maupun mertua menjadi penghalang untuk mendapatkan keturunan,” ujar konsultan okupasi di RSU Bunda Jakarta tersebut.

dr. Kasyunnil menambahkan, ada pula pekerjaan yang memiliki beberapa faktor pemicu infertilitas (campuran). Contohnya supir kendaraan jarak jauh maupun pengemudi profesional yang terkena bahan bakar, kebisingan, getaran, stres emosional, beban fisik pada organ pinggul dan peningkatan suhu di panggul karena duduk terlalu lama.

‘Tukang las juga semakin berat risikonya bila ia terkena panas, pelarut, logam berat, dan kebisingan,”pungkasnya.