Lemak Trans Tidak Selalu Buruk [google]

Lemak Trans Tidak Selalu Buruk

PinkKorset.com, Jakarta – Misalnya saja lemak trans yang terkandung dalam susu. Lemak alami ini justru memberikan dampak baik untuk kesehatan Anda.

Umumnya lemak trans dianggap buruk karena meningkatkan kolesterol jahat (LDL), pemicu penyakit jantung dan diabetes tipe 2. Lemak trans ini banyak terkandung dalam bahan makanan olahan seperti margarin yang dihasilkan melalui proses injeksi hidrogen pada minyak kelapa sawit (hidrogenasi).

Namun lemak trans juga terdapat secara alami dalam bahan makanan seperti susu. Lemak ini terbentuk melalui proses biohidrogenasi dalam saluran cerna hewan pemamah biak dengan bantuan enzim bakteri.

Lemak trans susu tersusun atas beberapa asam lemak, di antaranya Asam Fumarat (C4:1n2t), Asam Palmitelaidat (C16:1n7t), Asam Vaccenat (C18:1n7t)/rTFA, Asam Myristelaidat (C17:1n9t) dan Asam Palmitoleat (C16:1n-7).

Lemak Trans Tidak Selalu Buruk

Dosen Jurusan Gizi Politeknik Kesehatan Kemenkes Jakarta II, Dr. Marudut, BSc. MPS menjelaskan, berdasarkan penelitian, asam lemak trans palmitoleat berhubungan dengan penurunan trigliserida (19%), insulin puasa (9,1%), tekanan darah sistolik (2,4 mm Hg) dan insiden diabetes.

“Penelitian pada orang dewasa multi etnik kohort di AS menemukan asam trans palmitoleat menjadi biomaker risiko diabetes,” ucapnya saat acara Diskusi Cerdas Frisian Flag Indonesia Seri 3 di Jakarta, Selasa (5/12/2017).

Penelitian ini menjelaskan, semakin tinggi sirkulasi asam trans palmitoleat dalam tubuh maka risiko diabetes semakin rendah. Sementara konsentrasi asam trans palmitoleat yang lebih tinggi menurunkan risiko diabetes mellitus dua kali lipat ketimbang pada konsentrasi rendah.

Hasil penelitian tersebut konsisten dengan metaanalisis dan sistematik review yang dipublikasi pada 2015 dari 50 penelitian yang menunjukkan asam trans palmitoleat menurunkan diabetes mellitus.

Selain itu, hasil meta analisis dan sistematik review tersebut ditemukan dari 73 penelitian yang menyebutkan kematian karena penyakit jantung koroner tidak berkaitan dengan asam lemak jenuh dan asam lemak trans susu melainkan disebabkan asam lemak trans produk industri hasil hidrogenasi.

“Lebih mengejutkan lagi, hasil meta analisis 22 penelitian pada 2016 menunjukkan asupan susu tepat membantu menstabilkan berat badan orang dewasa,” sambungnya.

Sementara itu, Corporate Affairs Director Frisian Flag Indonesia, Andrew F. Saputro menjelaskan, informasi penting ini bagian dari edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya hidup sehat, termasuk konsumsi makanan bergizi, minum susu rutin dan aplikasi gaya hidup aktif.

“Salah satu edukasi Frisian Flag Indonesia yakni kampanye Drink. Move. Be Strong,” pungkasnya.