Hore, Pasokan BBM Normal Lagi! [sinarindonesianews]

Hore, Pasokan BBM Normal Lagi!

PinkKorset.com, Jakarta – ┬áSetelah sepekan memangkas jatah harian BBM subsidi di seluruh SPBU, PT Pertamina akhirnya melakukan normalisasi pasokan bahan bakar tersebut.

Vice President Corporate Communication Pertamina Ali Mundakir mengatakan, Pertamina mulai Selasa (26/8) malam memutuskan untuk melakukan normalisasi pasokan BBM bersubsidi kepada masyarakat sehingga tidak ada lagi pemotongan pasokan baik untuk premium maupun solar.

“Sesuai dengan arahan pemerintah, PT Pertamina (Persero) melakukan normalisasi pasokan BBM bersubsidi kepada masyarakat agar tidak terjadi potensi antrean yang berkepanjangan,” ujar Ali dalam siaran pers, seperti dikutip, Rabu (27/8/2014).

Kendati pasokan BBM bersubsidi kembali lancar, penyaluran tetap akan dilakukan secara terukur dan terarah sesuai dengan kondisi masing-masing daerah.

“Penyaluran BBM bersubsidi ke SPBU dilakukan normalisasi untuk memulihkan situasi. Adapun, potensi terlampauinya kuota BBM subsidi dalam APBN-P 2014 yang menjadi dasar pengaturan penyaluran sebelumnya, maka Pemerintah akan memutuskan solusi kebijakan yang tidak akan merugikan Pertamina,” tuturnya.

Seperti diketahui, sejak 18 Agustus 2014 lalu Pertamina memangkas jatah harian BBM subsidi di seluruh SPBU, dengan rincian premium 5% dan solar subsidi 20%.

Kepanikan pun melanda masyarakat dengan adanya rumor yang menyebutkan bahan bakar habis. Alhasil, antrean panjang kendaraan pun mengular di berbagai stasiun pengisian bahan bakar umum di Cirebon, Subang, Kuningan, dan Tegal.

Lalu, apa yang membuat Pertamina memutuskan normalisasi?

Usut punya usut, Pertamina mengambil langkah tersebut setelah pertemuan dengan Wakil Presiden Boediono.

Senior Vice President Marketing and Distribution Pertamina Suhartoko mengatakan, dalam rapat khusus terkait BBM subsidi di Kantor Wapres, Pertamina memaparkan alasan memangkas pasokan BBM subsidi. Pertamina menilai jika tidak diambil langkah antisipasi, maka jatah atau kuota BBM bersubsidi yang sebesar 46 juta kilo liter tidak akan cukup sampai akhir tahun.

“Namun akibat pemotongan jatah di SPBU, berakibat pada antrean panjang. Hal ini juga pernah terjadi beberapa kali pada tahun-tahun sebelumnya mengingat tidak cukupnya kuota BBM subsidi,” katanya di Jakarta, Rabu (27/8/2014).

Wapres Boediono pun memutuskan agar Pertamina menghentikan kebijakan pemotongan pasokan BBM di SPBU. “Penuhi sesuai permintaan, sambil dicari cara agar BBM subsidi masih tersedia cukup sampai akhir tahun,” ujarnya.