Hindari Balita Stres Saat Belajar Bahasa Asing [skolice]

Hindari Balita Stres Saat Belajar Bahasa Asing

PinkKorset.com – Orangtua mana yang tidak ingin buah hatinya memiliki kemampuan bahasa asing yang bagus? Untuk awal yang baik, hindari stres pada anak saat belajar bahasa asing.

Banyak keluarga muda yang membesarkan anak dengan dua bahasa atau lebih. Alasannya sangat beragam. Memiliki pasangan orang asing, mendadak harus tinggal di luar negeri, tuntutan kurikulum sekolah, atau sekadar ingin agar anak mengenal bahasa asing sejak dini.

Anak memang memiliki daya serap yang tinggi pada usia dini.

Namun satu hal yang perlu diingat, bahasa kedua hanya diperkenalkan bila si anak sudah menguasai bahasa ibu setidaknya saat usianya di atas 2 tahun, karena pada periode itu, anak sudah mampu berujar dengan merangkai 3 kata sekaligus.

Bila sampai usia 2 tahun kemampuan bahasa ibunya masih terbata-bata bahkan malah jarang bicara, kenalkan hanya satu bahasa saja padanya.

Jika orangtua terlalu memaksa, alih-alih menambah cepat anak menguasai bahasa asing. Justru akan menimbulkan beban psikologis pada anak. Tak menutup kemungkinan kemampuan berbicara bahasa ibu terhambat, bahkan memicu anak mogok bicara.

Bahasa adalah alat komunikasi. Bila Anda tinggal di Indonesia, saja alat komunikasi paling baik adalah bahasa daerah atau bahasa Indonesia. Kemampuan berkomunikasi dengan tepat, baik, dan lancar sangat bermanfaat untuk mengekspresikan perasaannya dan memompa kepercayaan diri.

Pada usia ini, metode pengajaran bahasa asing yang tepat untuk anak bukanlah dengan menghafal, namun melalui pengalaman dan kegiatan sehari-hari.

Hindari Balita Stres Saat Belajar Bahasa Asing

Dalam penerapan dua bahasa di rumah, Anda bisa menggunakan berbagai kegiatan yang mengasyikkan, agar balita tidak merasa stres karena ‘harus bisa’.

Anda bisa mengajaknya menyanyi lagu dalam Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris secara bergantian. Atau bermain dengan menggunakan Bahasa Indonesia dan sekali waktu gunakan juga Bahasa Inggris.

Ajak juga anak menonton video dalam bahasa Inggris, atau bacakan buku berhasa Inggris. Bila anak merasa senang, hal-hal baru tentu akan lebih mudah diingat, bukan?