Stroke Iskemik Berujung Kelumpuhan [xcode]

Stroke Iskemik Berujung Kelumpuhan

PinkKorset.com, Jakarta – Penanganan stroke akut yang terlambat menimbulkan kelumpuhan permanen.

Kelumpuhan akibat stroke akut menjadi momok yang menakutkan. Badan Kesehatan Dunia WHO menyebutkan 15 juta orang di dunia mengalami stroke setiap tahunnya, hampir enam juta di antaranya meninggal dan lima juta lainnya lumpuh permanen. Sementara prevalensi stroke di Indonesia (2014) mencapai 3 juta pasien dengan tren meningkat hingga mencapai 190 ribu kasus tiap tahun.

Kecemasan dari penyakit ini adalah dampak kelumpuhan yang disebabkan stroke iskemik akut yang muncul mendadak. Penyakit ini muncul ketika terjadi sumbatan aliran darah dalam otak.

Kondisi ini memerlukan tindakan cepat untuk mencegah kelumpuhan permanen. Hal ini disebabkan 2 juta sel otak rusak permanen setelah muncul stroke akut.

Ketua Perhimpunan Dokter Spesialis Saraf Indonesia (PERDOSSI), Prof. Moh. Hasan Machfoed, M.D., M.Sc., Ph.D mengatakan, pada 2012-2014 terdapat registri penyakit Indonesia untuk pasien stroke melibatkan 18 rumah sakit yang terdapat 5.411 pasien stroke.  Sebanyak 67% di antaranya mengalami stroke iskemik dan hanya 3,7% mendapatkan penanganan trombolisis.

“Penanganan trombolisis dapat meningkatkan peluang kesembuhan permanen pasien stroke,” ucapnya dalam keterangan pers di Jakarta baru-baru ini.

Trombolisis adalah prosedur penghancuran gumpalan darah pada pembuluh darah menggunakan obat pengencer darah yang dimasukkan ke tubuh melalui kateter.

Namun, saat ini belum terdapat standar prosedur trombolisis untuk stroke iskemik akut. Hal ini memberikan tantangan yang besar bagi para praktisi kesehatan memberikan respon tepat dan cepat bagi para pasien stroke.

Melihat masalah ini, Boehringer Ingelheim Indonesia didukung  World Stroke Organization dan European Stroke Organization meluncurkan Angels Initiative.

Stroke Iskemik Berujung Kelumpuhan

Presiden Direktur Boehringer Ingelheim Indonesia Jorge Wagner mengatakan, Angels Initiative merupakan program global Boehringer Ingelheim yang bertujuan  membantu rumah sakit meningkatkan sistem penanganan pasien stroke. Sehingga semakin banyak pasien stroke mendapatkan akses dengan penanganan yang lebih cepat dan baik.

Program ini juga didukung PERDOSSI melalui kolaborasi penyusunan Protokol Tatalaksana Trombolisis Stroke Iskemik Akut. Terdapat 34 perwakilan dari rumah sakit diseluruh Jabodetabek, Medan, Surabaya, Bandung dan Banda Aceh.

“Kami mengharapkan 60 rumah sakit di Indonesia siap menangani pasien stroke hingga akhir 2017. Sehingga pada 2021 akan ada 300 rumah sakit di Indonesia yang siap menangani pasien stroke melalui program ini,” pungkasnya.