Bersama Atasi Tantangan Air dan Sanitasi di NTT

PinkKorset.com, Jakarta – Kohler Asia Pacific Ltd. dan World Vision International menjalin kerjasama untuk pengadaan air bersih dan sanitasi di sekolah-sekolah dasar, yang diawali di Nusa Tenggara Timur.

Sebanyak 443 juta hari sekolah hilang setiap tahunnya karena penyakit terkait air. Sebanyak 272 juta diantaranya hanya disebabkan diare saja. Di Indonesia, diare adalah salah satu penyebab kematian anak tertinggi. Mencuci tangan dengan sabun bisa mengurangi kasus diare secara signifikan.

Akses buruk terhadap air minum yang aman, fasilitas sanitasi yang baik, dan praktik higienis di sekolah menjadi tantangan terhadap pendidikan anak. Rata-rata, akses air bersih pada sekolah di kawasan Asia Pasifik hanya 48% dan sanitasi 23%.

Kohler menggandeng World Vision yang memiliki ilmu dan pengetahuan lokal. Melalui partner Indonesianya, Wahana Visi, serta Kohler Company, mereka bergabung dalam pengadaan air bersih, sanitasi, dan higienitas untuk lima sekolah dan taman kanak-kanak di Vietnam, Indonesia, dan Filipina (VIP).

Bersama Atasi Tantangan Air dan Sanitasi di NTT

Penandatanganan kesepakatan yang diwakili oleh Angel Yang, President of Kitchen & Bath Asia Pacific, Kohler Co. dan Christy Davis, Executive Director Asia P3 Hub, World Vision

Dalam kerjasama yang merupakan bagian dari kampanye Kohler Social Impact ini, Kohler berbagi pengalaman globalnya dalam teknis dan desain yang berpusat pada kemanusiaan, keahlian dan pengetahuan mendalam tentang produk air dan sanitasi.

“Kami senang memiliki hubungan yang kuat dengan World Vision selama beberapa tahun. Ini adalah kesempatan untuk membangun kemitraan yang baik ini, melalui pendekatan multisektor di berbagai negara guna memperdalam dan meningkatkan dampak baik yang kami upayakan bagi anak-anak dan keluarga di Asia,” kata David Kohler, CEO, Kohler Co.

Adapun Asia P3 Hub yang bermarkas di Singapura, ditunjuk oleh World Vision untuk mematangkan rencana dan melaksanakan kemitraan multisektor ini dengan mencari solusi yang diciptakan bersama.

Dengan kehadiran Kohler Co., proyek ini akan mengembakan fasilitas tempat cuci tangan yang inovatif dan ramah untuk anak-anak serta program untuk sekolah dasar di Desa Randoria, Ende, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Ada lima proyek di negara VIP yang melibatkan dua sekolah dasar untuk anak-anak usia 6-12 tahun di Provinsi NTT, yakni SDI Niosanggo dan SDK Pisatanaau. Di sekolah-sekolah tersebut, jumah toiletnya tidak mencukup dan anak-anak biasanya buang air secara terbuka.

Sumur dan pipa air rusak, tak ada tempat cuci tangan dan seringkali tak memiliki air. Kurangnya higienitas dan sanitasi berkontribusi secara signifikan pada kasus diare dan penyakit kulit.

Mulai Oktober 2018 hingga Mei 2019, proyek-proyek ini akan membangun dan merenovasi toilet, sumur air, fasilitas cuci tangan; memulai operasi dan mekanisme perawatan serta program untuk mengubah kebiasaan.

Secara keseluruhan, sebanyak 2.811 murid akan memiliki akses dan bisa menggunakan air minum yang aman, toilet yang sudah diperbaiki, fasilitas cuci tangan, serta berpartisipasi pada program-program untuk mengubah kebiasaan, sehingga mempengaruhi kesehatan dan performa mereka di sekolah.

Kemitraan global Kohler dan World Vision dimulai sejak 1996. Di Asia, kemitraan tersebut sudah melibatkan enam negara dan mereka terus menjalin kerjasama untuk mencari tahu apa yang menjadi kebutuhan masyarakat serta memanfaatkan sumber daya bersama.

“Ini adalah contoh bagaimana kemitraan terpercaya bisa berevolusi menjadi kolaborasi dalam berbagai hal untuk memperbaiki kualitas kehidupan. Kami berterima kasih atas kolaborasi yang terus tumbuh dan bertransformasi ini karena telah membantu banyak orang,” papar Christy Davis, Executive Director Asia P3 Hub, World Vision.